Packing adalah salah satu tahap yang sering dianggap remeh oleh seller Shopee, padahal perannya sangat menentukan kepuasan pembeli. Barang yang sampai dalam kondisi pecah, penyok, atau rusak hampir pasti menghasilkan ulasan buruk yang sulit diperbaiki. Lebih dari itu, barang rusak juga memicu klaim retur, menambah biaya operasional, dan menurunkan performa toko. Ironisnya, banyak kasus barang pecah bukan karena kurir yang kasar, melainkan karena kesalahan packing yang dilakukan seller. Kesalahan-kesalahan ini terlihat sepele, tetapi dampaknya besar. Mulai dari penggunaan bahan packing yang kurang, teknik pelapisan yang salah, hingga ukuran kardus yang tidak sesuai. Ulasan berikut akan membahas tiga kesalahan packing Shopee yang paling sering menyebabkan barang pecah dan memicu ulasan buruk, disertai penjelasan mengapa kesalahan tersebut terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya.
Kesalahan Pertama: Menggunakan Bahan Packing yang Terlalu Minim
Kesalahan paling umum yang dilakukan seller adalah menggunakan bahan packing terlalu minim untuk menghemat biaya. Seller mungkin hanya membungkus barang dengan satu lapis bubble wrap tipis, atau bahkan hanya menggunakan plastik biasa untuk barang yang sebenarnya rawan pecah. Akibatnya, barang tidak memiliki perlindungan yang cukup ketika mengalami benturan selama pengiriman.
Bahan packing yang minim memang menghemat biaya di awal, tetapi kerugian yang timbul akibat barang pecah jauh lebih besar. Seller harus mengganti barang, menanggung biaya kirim ulang, dan menghadapi ulasan buruk yang memengaruhi reputasi toko. Dalam jangka panjang, penghematan kecil ini tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan.
Mengapa Kesalahan Ini Sering Terjadi
Ada beberapa alasan mengapa seller sering menggunakan bahan packing minim. Pertama, seller ingin menekan biaya operasional, terutama ketika margin keuntungan tipis. Kedua, seller belum memahami karakteristik barang yang dijual. Barang yang terlihat kokoh belum tentu tahan benturan, dan barang yang terlihat ringan belum tentu tidak rawan pecah. Ketiga, seller mengikuti kebiasaan seller lain tanpa mempertimbangkan jenis produknya sendiri.
Selain itu, ada anggapan keliru bahwa kurir akan berhati-hati dengan paket. Padahal, dalam proses pengiriman, paket melewati banyak tahap dan sering ditumpuk bersama paket lain. Tanpa perlindungan yang memadai, risiko kerusakan sangat tinggi.
Cara Memperbaiki
Untuk memperbaiki kesalahan ini, seller perlu memahami standar packing yang sesuai dengan jenis barang. Berikut langkah yang bisa diterapkan.
- Gunakan bubble wrap minimal dua lapis untuk barang yang rawan pecah, seperti kaca, keramik, atau elektronik.
- Tambahkan busa hati-hati atau kertas karton bergelombang sebagai lapisan tambahan di dalam kardus.
- Gunakan pita perekat yang kuat untuk memastikan bubble wrap tidak bergeser.
- Untuk barang cair, gunakan botol yang tertutup rapat dan bungkus dengan plastik anti bocor sebelum dimasukkan ke kardus.
- Sesuaikan jumlah bahan packing dengan tingkat kerapuhan barang, bukan dengan besarnya biaya yang ingin dihemat.
Investasi pada bahan packing berkualitas adalah investasi pada reputasi toko. Seller yang konsisten mengirim barang dengan aman akan lebih jarang menerima komplain dan lebih mudah mendapatkan ulasan positif.
Kesalahan Kedua: Ukuran Kardus Tidak Sesuai dengan Barang
Kesalahan kedua yang sering terjadi adalah penggunaan kardus dengan ukuran yang tidak sesuai. Ada dua ekstrem yang sama-sama berbahaya. Pertama, kardus terlalu besar sehingga barang bergerak bebas di dalamnya. Kedua, kardus terlalu kecil sehingga barang terjepit dan sulit ditutup dengan rapi.
Kardus yang terlalu besar membuat barang bergeser selama pengiriman. Setiap benturan akan membuat barang membentur dinding kardus, yang lama-lama bisa menyebabkan kerusakan. Sementara kardus yang terlalu kecil memaksa seller menekan barang agar muat, yang bisa merusak bentuk barang atau membuat kardus sobek di sudut.
Dampak terhadap Kualitas Pengiriman
Ukuran kardus yang tidak sesuai juga memengaruhi kualitas pengiriman secara keseluruhan. Kardus yang terlalu besar memakan lebih banyak ruang di kendaraan kurir, sehingga ongkir bisa lebih mahal. Kardus yang terlalu kecil membuat paket sulit ditumpuk dan lebih mudah jatuh. Selain itu, kardus yang tidak pas sering membuat label pengiriman terlipat atau barcode sulit dipindai.
Dari sisi pembeli, paket yang datang dengan kardus penyok atau sobek memberi kesan kurang profesional. Bahkan jika barang di dalamnya masih utuh, kesan pertama ini bisa memengaruhi penilaian pembeli. Pembeli cenderung memberikan ulasan yang lebih rendah jika kemasan terlihat tidak rapi.
Cara Memperbaiki
Untuk mengatasi masalah ukuran kardus, seller perlu menyediakan beberapa ukuran kardus dan memilih yang paling sesuai dengan barang.
- Sediakan minimal tiga ukuran kardus, yaitu kecil, sedang, dan besar.
- Pilih kardus yang ukurannya mendekati dimensi barang, dengan sisa ruang maksimal 2 hingga 3 sentimeter di setiap sisi.
- Jika ruang masih tersisa, isi dengan kertas kraft, bubble wrap, atau busa agar barang tidak bergeser.
- Hindari memaksa barang masuk ke kardus yang terlalu kecil, karena risiko kerusakan lebih tinggi.
- Gunakan kardus dengan ketebalan yang sesuai. Untuk barang berat, pilih kardus double wall agar lebih kuat.
Dengan pemilihan kardus yang tepat, barang akan lebih terlindungi dan paket terlihat lebih rapi. Seller juga bisa menghemat ongkir karena ukuran paket lebih efisien.
Kesalahan Ketiga: Tidak Menguji Ketahanan Paket Sebelum Dikirim
Kesalahan ketiga yang sering terjadi adalah seller tidak menguji ketahanan paket sebelum diserahkan ke kurir. Padahal, uji sederhana seperti menggoyang paket atau menjatuhkannya dari ketinggian rendah bisa menunjukkan apakah isinya aman atau tidak.
Banyak seller langsung menutup kardus dan menempel label tanpa memeriksa apakah barang di dalamnya bergeser atau tidak. Ketika paket sampai di tangan kurir dan mengalami benturan, barulah terlihat apakah packing sudah memadai atau belum. Sayangnya, pada saat itu, kerusakan sudah terjadi.
Risiko yang Sering Diabaikan
Risiko yang sering diabaikan adalah kerusakan internal yang tidak terlihat dari luar. Barang mungkin tampak utuh dari luar, tetapi komponen di dalamnya sudah rusak. Misalnya, layar elektronik yang retak di dalam, atau keramik yang pecah namun masih terbungkus rapi. Kerusakan seperti ini baru diketahui pembeli saat membuka paket, dan seller tetap harus bertanggung jawab.
Selain itu, seller sering mengabaikan risiko kebocoran untuk barang cair. Botol yang tertutup rapat pun bisa bocor jika terkena tekanan atau perubahan suhu selama pengiriman. Tanpa uji ketahanan, seller tidak akan tahu apakah packing sudah benar-benar aman.
Cara Memperbaiki
Untuk memperbaiki kesalahan ini, seller perlu menerapkan prosedur uji ketahanan sederhana sebelum paket dikirim.
- Goyang paket dengan lembut. Jika terdengar bunyi barang bergeser, tambahkan bahan pengisi.
- Jatuhkan paket dari ketinggian sekitar 30 sentimeter ke permukaan keras. Jika terdengar bunyi yang mencurigakan, periksa kembali isinya.
- Tekan bagian atas dan samping kardus. Jika terasa lunak atau mudah penyok, tambahkan lapisan pelindung.
- Untuk barang cair, balik paket dan pastikan tidak ada rembesan.
- Periksa label dan barcode, pastikan tidak terlipat dan mudah dipindai.
Uji ketahanan ini hanya membutuhkan waktu beberapa detik, tetapi bisa mencegah kerusakan yang jauh lebih mahal. Seller yang membiasakan diri melakukan uji ini akan lebih percaya diri saat mengirim barang.
Membangun Standar Packing yang Konsisten
Ketiga kesalahan di atas sebenarnya berakar pada satu hal, yaitu tidak adanya standar packing yang konsisten. Seller yang bekerja berdasarkan perkiraan atau kebiasaan akan lebih mudah melakukan kesalahan. Sebaliknya, seller yang memiliki SOP packing yang jelas akan lebih konsisten menjaga kualitas.
- Tuliskan SOP packing yang mencakup jenis bahan, jumlah lapisan, ukuran kardus, dan langkah uji ketahanan.
- Latih tim packing agar memahami dan menjalankan SOP dengan benar.
- Lakukan audit berkala terhadap paket yang sudah dikemas untuk memastikan standar terpenuhi.
- Kumpulkan feedback dari pembeli terkait kondisi paket yang diterima.
- Perbarui SOP secara berkala berdasarkan pengalaman dan jenis produk yang dijual.
Standar yang konsisten akan mengurangi variasi kualitas antar paket. Pembeli akan mendapatkan pengalaman yang sama baiknya, terlepas dari siapa yang mengemas paket tersebut. Untuk memahami bagaimana kualitas layanan berkontribusi pada nilai tambah toko, seller bisa membaca pembahasan tentang [strategi keluar dari perang harga](https://masoemuniversity.ac.id/artikel/ter





