Bulking adalah fase di mana seseorang meningkatkan asupan kalori untuk membangun otot. Fokus utamanya adalah latihan beban dan surplus kalori. Namun, kardio tetap penting untuk kesehatan jantung dan kebugaran secara keseluruhan. Tantangannya adalah menyesuaikan intensitas kardio agar tidak mengganggu pertumbuhan otot dan pemulihan.
Artikel ini membahas cara menyesuaikan intensitas kardio saat menjalani program bulking. Anda akan melihat mengapa kardio perlu dikelola, berapa intensitas yang tepat, dan bagaimana mengombinasikannya dengan latihan beban. Dengan pemahaman ini, Anda bisa tetap sehat tanpa mengorbankan hasil bulking.
Mengapa Kardio Perlu Disesuaikan Saat Bulking
Saat bulking, tujuan utama adalah pertumbuhan otot. Kardio yang berlebihan bisa menguras energi, mengganggu pemulihan, dan mengurangi kalori yang tersedia untuk pertumbuhan. Namun, kardio yang terlalu sedikit juga tidak ideal untuk kesehatan jantung dan kebugaran.
Kunci utamanya adalah keseimbangan. Kardio secukupnya untuk kesehatan, tanpa mengganggu pemulihan dan pertumbuhan otot. Intensitas dan volume kardio perlu disesuaikan dengan tujuan bulking.
Berikut beberapa alasan kardio perlu disesuaikan saat bulking:
- Menghindari pengeluaran kalori berlebihan.
- Menjaga pemulihan otot.
- Mendukung kesehatan jantung tanpa mengganggu hipertrofi.
- Menjaga nafsu makan dan pencernaan.
- Mengurangi risiko kelelahan berlebih.
- Mendukung kualitas tidur.
- Menjaga kebugaran secara keseluruhan.
Berapa Intensitas Kardio yang Tepat Saat Bulking
Intensitas kardio saat bulking sebaiknya rendah hingga sedang. Kardio intensitas tinggi seperti HIIT sebaiknya dibatasi 1-2 kali seminggu, sementara kardio steady state intensitas rendah-sedang bisa dilakukan 2-3 kali seminggu. Durasi 20-30 menit per sesi sudah cukup.
Berikut panduan intensitas kardio saat bulking:
| Jenis Kardio | Frekuensi | Durasi | Intensitas |
|---|---|---|---|
| LISS (jalan cepat, sepeda) | 2-3 kali/minggu | 20-30 menit | Rendah-sedang |
| HIIT | 1-2 kali/minggu | 15-20 menit | Tinggi |
| Jalan santai harian | Setiap hari | 10-15 menit | Rendah |
| Kardio ringan setelah beban | 2-3 kali/minggu | 10-15 menit | Rendah |
Panduan ini menjaga kesehatan jantung tanpa mengganggu pemulihan.
Menempatkan Kardio dalam Jadwal Latihan
Penempatan kardio dalam jadwal latihan memengaruhi hasil. Kardio sebaiknya dilakukan setelah latihan beban, atau pada hari terpisah. Melakukan kardio sebelum beban bisa mengurangi performa dan stimulus otot.
Berikut beberapa pilihan penempatan kardio:
- Setelah latihan beban, 10-15 menit kardio ringan.
- Pada hari istirahat, kardio ringan 20-30 menit.
- Hari terpisah dari latihan beban berat.
- Pagi hari sebelum sarapan, jika tidak mengganggu latihan beban.
- Kombinasi LISS dan HIIT dalam seminggu.
- Hindari kardio berat sehari sebelum latihan kaki.
- Sesuaikan dengan jadwal kuliah dan energi.
Dengan penempatan yang tepat, kardio mendukung bulking, bukan mengganggu.
Menyesuaikan Kalori untuk Mengimbangi Kardio
Kardio membakar kalori, sehingga saat bulking, asupan kalori perlu disesuaikan agar surplus tetap tercapai. Jika kardio dilakukan 2-3 kali seminggu, tambahkan kalori dari karbohidrat atau protein untuk mengimbangi.
Berikut tips menyesuaikan kalori:
- Hitung perkiraan kalori yang dibakar dari kardio.
- Tambahkan 100-200 kalori pada hari kardio.
- Prioritaskan karbohidrat untuk mengisi glikogen.
- Pastikan protein tetap cukup, 1,6-2,0 g/kg.
- Pantau berat badan mingguan untuk menyesuaikan.
- Jangan mengurangi kalori terlalu banyak karena kardio.
- Sesuaikan dengan tujuan bulking yang ingin dicapai.
Dengan penyesuaian ini, surplus kalori tetap tercapai meskipun ada kardio.
Jika Anda ingin memulai latihan di fasilitas yang mendukung, ada baiknya melihat fasilitas gym yang representatif untuk mahasiswa sebagai tempat latihan yang memadai.
Tanda Kardio Terlalu Berlebihan Saat Bulking
Kardio yang berlebihan saat bulking bisa mengganggu pertumbuhan otot. Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
- Berat badan tidak naik meskipun surplus kalori.
- Performa latihan beban menurun.
- Kelelahan berlebih dan pemulihan lambat.
- Massa otot terlihat stagnan.
- Tidur terganggu.
- Motivasi menurun.
- Detak jantung istirahat meningkat.
Jika tanda-tanda ini muncul, kurangi volume atau intensitas kardio.
Kesalahan Umum dalam Kardio Saat Bulking
Meskipun kardio penting, pemula sering melakukan kesalahan. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari:
- Melakukan kardio berlebihan hingga mengganggu pemulihan.
- Melakukan HIIT setiap hari.
- Mengurangi kalori terlalu banyak karena takut gemuk.
- Melewatkan kardio sama sekali karena fokus bulking.
- Menempatkan kardio sebelum latihan beban.
- Tidak menyesuaikan kalori dengan kardio.
- Mengabaikan sinyal kelelahan.
Dengan menghindari kesalahan ini, kardio bisa mendukung bulking tanpa mengganggu hasil.
Kardio saat bulking bukan tentang berhenti, tetapi tentang mengelola intensitas dan volume. Dengan kardio rendah-sedang, penempatan yang tepat, dan penyesuaian kalori, Anda bisa tetap sehat tanpa mengorbankan pertumbuhan otot. Bagi mahasiswa yang ingin memulai latihan di lingkungan kampus yang mendukung, Universitas Ma’soem memiliki ekosistem yang kondusif untuk gaya hidup aktif. Universitas Ma’soem memiliki 5 fakultas unggulan, yaitu Fakultas Teknik (Teknik Informatika & Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com





