Deadlift adalah salah satu gerakan yang paling bermanfaat untuk melatih kekuatan seluruh tubuh. Namun, deadlift juga salah satu gerakan yang paling sering menimbulkan nyeri punggung. Banyak yang menganggap nyeri punggung saat deadlift adalah hal normal, bagian dari proses latihan. Anggapan ini berbahaya. Nyeri punggung saat deadlift bukan hal normal, dan sering kali menjadi tanda teknik yang salah atau beban yang berlebihan.
Artikel ini membahas mengapa nyeri punggung saat deadlift bukan hal normal, apa penyebabnya, dan bagaimana membenahinya. Anda akan melihat tanda-tanda teknik yang salah, cara memperbaiki, dan kapan harus berhenti. Dengan pemahaman ini, Anda bisa melakukan deadlift dengan lebih aman.
Mengapa Nyeri Punggung Bukan Hal Normal
Nyeri punggung saat deadlift bukan hal normal karena deadlift yang benar seharusnya melatih otot punggung, bukan mencederainya. Nyeri ringan pada otot punggung setelah deadlift bisa normal, tetapi nyeri tajam, menusuk, atau menjalar ke kaki bukanlah hal normal. Nyeri seperti ini bisa menandakan cedera pada disk, saraf, atau otot.
Menganggap nyeri punggung sebagai hal normal membuat pemula mengabaikan sinyal bahaya. Akibatnya, cedera bisa memburuk, dan waktu pemulihan menjadi lebih lama.
Berikut beberapa alasan nyeri punggung bukan hal normal:
- Deadlift yang benar melatih otot, bukan merusak sendi.
- Nyeri tajam menandakan masalah struktural.
- Nyeri menjalar ke kaki bisa menandakan saraf terjepit.
- Nyeri yang berlangsung lama bukan bagian adaptasi.
- Mengabaikan nyeri bisa memperburuk cedera.
- Nyeri punggung mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Cedera punggung butuh waktu lama untuk pulih.
Penyebab Umum Nyeri Punggung Saat Deadlift
Nyeri punggung saat deadlift sering disebabkan oleh beberapa kesalahan teknik. Berikut penyebab umumnya:
- Punggung membulat saat mengangkat.
- Beban terlalu berat.
- Barbel terlalu jauh dari tubuh.
- Pinggul terlalu tinggi atau terlalu rendah.
- Kurangnya penguatan core.
- Tidak melakukan pemanasan.
- Kelelahan otot.
Mengenali penyebab ini membantu memperbaiki teknik.
Cara Membenahi Teknik Deadlift
Berikut langkah membenahi teknik deadlift untuk mencegah nyeri punggung:
- Turunkan beban dan fokus pada teknik.
- Jaga punggung netral sepanjang gerakan.
- Dekatkan barbel ke tubuh.
- Aktifkan core sebelum mengangkat.
- Dorong melalui kaki, bukan menarik dengan punggung.
- Gunakan cermin atau rekaman video untuk evaluasi.
- Konsultasikan dengan pelatih jika perlu.
Dengan teknik yang benar, nyeri punggung bisa dihindari.
Tanda Teknik Deadlift yang Salah
Berikut tanda-tanda teknik deadlift yang salah:
- Punggung membulat saat mengangkat.
- Barbel menjauh dari tubuh.
- Pinggul naik lebih dulu dari bahu.
- Lutut terkunci terlalu awal.
- Beban terasa di punggung, bukan kaki.
- Nyeri tajam saat mengangkat.
- Tidak bisa menjaga punggung netral.
Jika tanda-tanda ini muncul, segera perbaiki teknik.
Kapan Harus Berhenti
Berikut situasi di mana Anda harus berhenti melakukan deadlift:
- Nyeri tajam di punggung.
- Nyeri menjalar ke kaki.
- Mati rasa atau kesemutan.
- Nyeri yang berlangsung lebih dari beberapa hari.
- Tidak bisa menjaga punggung netral.
- Nyeri disertai kelemahan.
- Nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika mengalami tanda-tanda ini, konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis.
Jika Anda ingin memulai latihan di fasilitas yang mendukung, ada baiknya melihat pilihan gym terjangkau untuk mahasiswa sebagai tempat latihan yang memadai.
Tabel Penyebab dan Perbaikan
Agar lebih jelas, berikut tabel penyebab dan perbaikan:
| Penyebab | Tanda | Perbaikan |
|---|---|---|
| Punggung membulat | Nyeri tajam | Jaga punggung netral |
| Beban berat | Teknik rusak | Turunkan beban |
| Barbel jauh | Beban di punggung | Dekatkan barbel |
| Pinggul tinggi | Punggung membulat | Sesuaikan pinggul |
| Core lemah | Punggung tidak stabil | Perkuat core |
| Tanpa pemanasan | Otot kaku | Pemanasan dinamis |
Dengan tabel ini, Anda bisa mengenali dan memperbaiki masalah.
Kesalahan Umum dalam Deadlift
Meskipun teknik penting, pemula sering melakukan kesalahan. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari:
- Langsung menggunakan beban berat.
- Mengabaikan pemanasan.
- Tidak fokus pada punggung netral.
- Menarik dengan punggung, bukan kaki.
- Mengabaikan nyeri.
- Tidak mengevaluasi teknik.
- Membandingkan beban dengan orang lain.
Dengan menghindari kesalahan ini, deadlift lebih aman.
Membangun Fondasi yang Kuat
Setelah memperbaiki teknik, penting membangun fondasi yang kuat. Berikut tipsnya:
- Perkuat core dengan plank dan dead bug.
- Perkuat glute dengan hip thrust.
- Tingkatkan mobilitas pinggul.
- Latihan dengan beban ringan hingga teknik stabil.
- Naikkan beban secara bertahap.
- Catat latihan untuk memantau progres.
- Evaluasi teknik setiap 4-6 minggu.
Dengan fondasi kuat, deadlift bisa dilakukan dengan aman.
Nyeri punggung saat deadlift bukan hal normal. Dengan memahami penyebab, memperbaiki teknik, dan membangun fondasi, Anda bisa melakukan deadlift dengan aman. Bagi mahasiswa yang ingin memulai latihan di lingkungan kampus yang mendukung, Universitas Ma’soem memiliki ekosistem yang kondusif untuk gaya hidup aktif. Universitas Ma’soem memiliki 5 fakultas unggulan, yaitu Fakultas Teknik (Teknik Informatika & Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com





