Lebih dari Sekadar Roti Enak: Teknologi Pangan di Balik Kelezatan Focaccia

Oleh: Nanda Legiasa Rabiul Tsani Rohana, S.T., M.Sc.

Bagi para pecinta kuliner, Focaccia tentu bukan nama yang asing. Roti datar khas Italia ini terkenal dengan aromanya yang menggugah selera, berpadu dengan minyak zaitun, berbagai herba segar contohnya rosemary, serta teksturnya yang unik dan renyah di bagian luar, namun empuk dan berongga di bagian dalam.

Namun, pernahkah Anda berpikir mengapa sepotong Focaccia bisa memiliki tekstur dan cita rasa yang begitu khas? Di balik kelezatan kuliner klasik ini, terdapat peran prodi Teknologi Pangan.

Sains di Balik Kelezatan Focaccia

Membuat Focaccia bukan sekadar mencampur tepung dan air, melainkan sebuah proses biokimia dan fisika pangan yang presisi:

  1. Keajaiban Fermentasi Ragi (Mikrobiologi Pangan)

Tekstur Focaccia yang berongga halus (crumb structure) dihasilkan oleh aktivitas ragi (Saccharomyces cerevisiae). Ragi mengonsumsi gula dalam adonan dan menghasilkan gas karbondioksida (CO2) serta alkohol. Gas inilah yang terperangkap dalam adonan dan membentuk rongga-rongga udara saat dipanggang.

  1. Jaring Elastis Gluten (Kimia Pangan)

Saat tepung terigu dibasahi dan diuleni, dua jenis protein utama yaitu gliadin dan glutenin akan bergabung membentuk jaringan elastis bernama gluten. Jaringan gluten ini berfungsi seperti “balon” yang menahan gas CO2 dari hasil fermentasi ragi, sehingga roti dapat mengembang sempurna tanpa kempes.

  1. Aroma Keemasan dari Reaksi Maillard

Warna cokelat keemasan dan aroma gurih yang khas pada permukaan Focaccia terjadi akibat reaksi maillard. Ini adalah reaksi kimia antara asam amino (protein) dan gula pereduksi pada suhu tinggi saat pemanggangan.

  1. Peran Kunci Minyak Zaitun (Fisika & Aplikasi Pangan)

Penggunaan minyak zaitun (extra virgin olive oil) yang melimpah bukan hanya memberi rasa gurih. Secara teknis, lemak melapisi rantai gluten untuk menjaga kelembutan roti, memperlambat proses staling (roti menjadi keras/basi), sekaligus meningkatkan daya simpan (shelf life).

Memahami proses pembuatan Focaccia hanyalah salah satu contoh kecil dari apa yang dipelajari di Jurusan Teknologi Pangan. Di jurusan ini, ilmu kimia, mikrobiologi, rekayasa proses, dan nutrisi dipadukan untuk memahami bagaimana bahan mentah diolah menjadi produk makanan yang aman, bergizi, lezat, dan tahan lama.

Seorang lulusan Teknologi Pangan tidak hanya belajar cara membuat makanan enak, tetapi juga bagaimana melakukan inovasi produk—seperti menciptakan roti Focaccia bebas gluten (gluten-free), meningkatkan kandungan seratnya, hingga merancang pengemasan modern agar produk tetap segar lebih lama di pasaran.

Bergabunglah dengan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem!

Dunia pangan terus berkembang pesat, dan kebutuhan akan ahli yang mampu menciptakan inovasi kuliner berbasis sains semakin tinggi. Jika Anda memiliki ketertarikan pada dunia kuliner, sains, dan inovasi masa depan, Teknologi Pangan Universitas Ma’soem adalah tempat yang tepat untuk mengasah potensi Anda.