Memahami 7 Prinsip Dalam Penyusunan Sistem Keamanan Pangan

Oleh : Nendah Siti Fauziah

Keamanan pangan merupakan sistem yang melakukan pengecekan ketat mulai dari pemilihan  bahan baku, penyimpanan bahan baku, proses pencucian, pengolahan hingga pengemasan dan  distribusi. Kemasan Pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan atau  membungkus pangan, baik yang bersentuhan langsung dengan pangan maupun tidak. Kemasan  Pangan Primer adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus pangan  yang bersentuhan langsung dengan pangan. Kemasan Pangan Sekunder adalah bahan yang  digunakan untuk mewadahi dan atau membungkus pangan, yang tidak bersentuhan langsung  dengan pangan. 

Salah satu sistem yang diakui dan banyak dipakai secara global dan internasional adalah  HACCP (Hazard Analysis And Critical Control Points) Sistem ini memiliki focus pada bahaya  yang mengintai bahan pangan dan produk pangan sebagai Upaya pencegahan bahaya. Dalam  penerapannya HACCP memiliki 7 prinsip utama yang menjadi dasar dalam penyususnan  sistem keamanan pangan. 

Analisis Bahaya (Hazard Analysis)
Melakukan identifikasi dan analisis bahaya yang mungkin terjadi dalam setiap tahap  proses produksi pangan. Bahaya dalam pangan dapat dibagi menjadi 3 jenis bahaya yaitu bahaya biologis (bakteri, virus, parasite), bahaya kimia (residu, pestisida, dan bahan kimia berbahaya lainnya), bahaya fisik (pecahan kaca, logam dan benda asing lain yang masuk kedalam produk pangan dan dapat menurunkan mutu. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui potensi resiko bahaya yang dapat  membahayakan konsumen sehoingga dapat dilakukan Tindakan pencegahan yang  tepat 

Menentukan Titik Kendali Kritis (Critical Control Point /CCP)
CCP adalah tahap kedua dalm proses produksi dimana pengendalian sangat penting  untuk mencegah bahaya.  Tahap CCP ini meliputi hal seperti :  
a) Proses pemasakan yang tepat untuk membunuh mikroorganisme 
Proses pemasakan tentunya harus sesuai dengan sifat dan karakteristik bahan  pangan terutama untuk membunuh bakteri salmonella, contohnya pada saat  memasak ayam, ayam harus dimasak sampai matang kedalamnya karena jika  tidak atau dikonsumsi setengah matang bakteri yang ada di dalam ayam masih  ada dikhawatirkan akan terjadi resiko berbahaya bagi tubuh. 
b) Pendinginan untuk mencegah pertumbuhan bakteri. 
Pada proses pendinginan seperti mendinginkan daging sapi, ikan dan ayam  biasanya di dinginkan di freezer agar bakteri tidak tumbuh terlalu cepat dan  tentunya mencegah proses pembusukan, lalu pada penyimpanan produk yoghurt  dan susu disimpan di chiller agar terhindar dari kontaminasi apalagi jika  disimpan di suhu ruang terlalu lama. 

Menetapkan Batas Kritis (Critical Limits)
Batas kritis adalah nilai maksimum atau minimum yang harus dipenuhi untuk  memastikan CCP dapat terkendali dengan baik, contohnya : 
a) Suhu memasak minimal yaitu 75 derajat celcius  
b) Ph optimal pada produk dan menjaga kestabilan suhunya. 
Jika batas ini dilampaui, maka produk dianggap tidak aman dan perlu tindakan lebih lanjut.

Menetapkan Sistem Pemantauan (Monitoring
Pemantauan dilakukan utuk memastikan behawa setiap CCP berada dalam batas kritis  yang telah ditentukan. Pemantauan dapat dilakukan dengan : 
a) Pengukuran suhu 
b) Pengujian Ph  
c) Observasi visual 
Monitor harus dilakukan secara rutin dan terdokumentasi secara baik dan sistematis  sesuai SSOP yang berlaku. 

Menetapkan Tindakan Koreksi (Corrective Action
Tindakan koreksi dilakukan apabila terjadi adanya penyimpangan dari batas kritis maka  barulah dilakukan Tindakan koreksi. Tindakan koreksi dilakukan berupa : 
a) Menghentikan proses produksi 
b) Mengolahu lang produk 
c) Membuang produk yang tidak aman 
Tindakan dilakukan bertujuan untuk memastikan produk yang beredar tetap aman  dikonsumsi 

Pencatatan dan Dokumentasi (Record Keeping
Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa sistem HACCP berjalan dengan efektif. Kegiatan verifikasi meliputi : 
a) Audit internal 
b) Pengujian laboratorium 
c) Review dokumen 
Verifikasi membantu memastikan bahwa sistem yang diterapkan benar-benar mampu  menjamin keamanan pangan. 

Menetapkan Prosedur Verifikasi (Verification) 
Kegiatan dalam bentuk HACCP harus didokumentasikan dengan baik, objektif dan  sistematis, biasanya dokumen yang wajib disimpan dan diperhatiakn yaitu :
a) Hasil monitoring 
b) Catatatan CCP 
c) Tindakan koreksi 
d) Hasil Verifikasi  

Sistem HACCP merupakan pendekatan yang efektif dalam menjamin keamanan pangan  melalui pengendalian bahaya secara preventif. Dan tentunya dengan menerapkan 7 prinsip  HACCP industry pangan dapat meminimalkan Risiko kontaminasi dan memastikan produk  yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi. Penerapan HACCP tidak hanya penting untuk  memenuhi standar regulasi, tetapu juga untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap  produk pangan.

Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!

Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.

Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:

Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/

WhatsApp: 081385501914

Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/