Oleh : Lenny Amelia HK
“Pernahkah Anda menyimpan pisang matang di dekat alpukat atau mangga, lalu beberapa hari kemudian buah-buah tersebut ikut matang lebih cepat? Bahkan, terkadang buah yang awalnya masih keras tiba-tiba berubah warna, menjadi lunak, dan mengeluarkan aroma harum. Apakah pisang benar-benar memiliki kemampuan untuk ‘menularkan’ kematangan? Jawabannya bukan sihir, melainkan sebuah gas alami bernama etilen. Gas yang tidak terlihat dan jumlahnya sangat kecil ini ternyata mampu mengendalikan berbagai perubahan penting pada buah.”
Pematangan merupakan salah satu tahap paling menarik dalam kehidupan buah. Buah yang awalnya keras, hijau, dan relatif hambar perlahan berubah menjadi:
- Lebih lunak.
- Lebih manis.
- Lebih harum.
- Berwarna lebih menarik.
- Lebih mudah dikonsumsi.
Perubahan tersebut bukan terjadi secara kebetulan. Di dalam jaringan buah berlangsung serangkaian reaksi biokimia yang dikendalikan oleh hormon tanaman, salah satunya adalah etilen (ethylene).
Apa Itu Etilen?
Etilen merupakan senyawa hidrokarbon sederhana dengan rumus kimia C₂H₄. Yang menarik, etilen berbentuk gas dan secara alami diproduksi oleh tanaman. Meskipun jumlahnya sangat kecil, etilen dapat memicu berbagai proses fisiologis, termasuk:
- Pematangan buah.
- Pelunakan jaringan.
- Perubahan warna.
- Pembentukan aroma.
- Perubahan rasa.
Karena itulah etilen sering disebut sebagai salah satu hormon pematangan tanaman.
Mengapa Pisang Menghasilkan Banyak Etilen?
Pisang termasuk buah klimakterik. Buah klimakterik mengalami peningkatan respirasi dan produksi etilen yang signifikan selama proses pematangan. Ketika pisang mulai matang:
- Produksi etilen meningkat.
- Respirasi meningkat.
- Pati mulai diubah menjadi gula.
- Warna hijau berkurang.
- Tekstur menjadi lebih lunak.
- Aroma khas pisang semakin kuat.
Etilen yang dilepaskan ke lingkungan dapat memengaruhi buah lain yang sensitif terhadap gas tersebut.
Bagaimana Pisang “Mempengaruhi” Buah Lain?
Bayangkan sebuah wadah berisi:
🍌 Pisang matang
🥑 Alpukat
🥭 Mangga
🍎 Apel
Pisang menghasilkan etilen. Gas tersebut menyebar ke ruang di sekitarnya dan dapat diterima oleh jaringan buah yang sensitif terhadap etilen. Akibatnya, proses pematangan buah lain dapat berlangsung lebih cepat. Jadi, pisang sebenarnya tidak “menularkan” kematangan.Yang berpindah adalah gas etilen.
Mengapa Buah Tidak Boleh Disimpan Sembarangan?
Karena etilen dapat mempercepat perubahan mutu. Jika buah penghasil etilen disimpan bersama buah yang sensitif terhadap etilen:
- Pematangan dapat berlangsung lebih cepat.
- Umur simpan menjadi lebih pendek.
- Tekstur lebih cepat lunak.
- Risiko pembusukan meningkat.
Karena itu, dalam industri pangan dan distribusi buah, pengelolaan etilen merupakan hal yang sangat penting.




