Oleh : Lenny Amelia HK
Jika mendengar kata ikan, yang terbayang biasanya adalah ikan segar, fillet, ikan goreng, atau berbagai produk olahan yang langsung dikonsumsi. Namun, ada satu produk yang mungkin jarang kita pikirkan.
Tepung ikan. Bentuknya berupa bubuk berwarna cokelat kekuningan dengan aroma khas ikan. Produk ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam berbagai bidang, terutama sebagai sumber protein untuk pakan.
Lalu, bagaimana ikan yang awalnya memiliki kadar air tinggi dapat berubah menjadi bubuk yang jauh lebih kering dan tahan disimpan? Jawabannya adalah teknologi pengolahan dan pengeringan.
Mengapa Ikan Bisa Diolah Menjadi Tepung?
Tidak semua hasil tangkapan ikan harus dijual dalam bentuk utuh. Dalam industri perikanan, terdapat bahan baku yang tidak sesuai untuk pasar ikan segar atau bagian tertentu yang tersisa dari proses pengolahan. Dengan teknologi yang tepat, bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali.
Ikan atau bagian ikan yang sesuai dapat diproses menjadi tepung ikan. Prinsip utamanya adalah mengurangi kadar air dan mengonsentrasikan komponen padat yang terdapat dalam bahan.Dengan demikian, bahan yang awalnya mudah rusak dapat diubah menjadi produk yang lebih stabil.
Mengapa Air Harus Dikeluarkan?
Ikan segar mengandung banyak air. Jika air tersebut tetap berada dalam produk, mikroorganisme akan lebih mudah berkembang dan produk akan lebih cepat mengalami kerusakan.
Karena itu, salah satu tahap terpenting dalam pembuatan tepung ikan adalah pengurangan kadar air. Setelah pemasakan, bahan dapat melalui proses pengepresan untuk mengeluarkan sebagian cairan. Padatan yang diperoleh kemudian diproses lebih lanjut. Semakin efektif pengurangan air, semakin mudah produk dikeringkan dan disimpan.
Ke Mana Perginya Lemak?
Ikan juga mengandung lemak dalam jumlah yang berbeda-beda tergantung jenis ikan. Dalam proses pembuatan tepung ikan, sebagian minyak dapat dipisahkan.Minyak ikan yang diperoleh bahkan dapat menjadi produk samping yang memiliki nilai ekonomi tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa industri pangan modern berusaha memanfaatkan bahan secara maksimal. Tidak hanya produk utama yang diperhatikan, tetapi juga hasil sampingnya.
Dari Daging Ikan Menjadi Bubuk
Setelah kadar air dikurangi, bahan kemudian dikeringkan. Pengeringan bertujuan menurunkan kadar air hingga tingkat yang sesuai untuk penyimpanan. Setelah cukup kering, bahan digiling menjadi ukuran partikel yang lebih kecil. Hasil akhirnya adalah tepung ikan. Ukuran partikel dapat dikendalikan sesuai kebutuhan penggunaan. Pada tahap ini, pengendalian kebersihan dan keamanan tetap penting karena produk harus terlindungi dari kontaminasi selama proses.
Mengapa Tepung Ikan Kaya Protein?
Ikan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Ketika sebagian besar air dikeluarkan, komponen padat menjadi lebih terkonsentrasi. Akibatnya, tepung ikan dapat memiliki kandungan protein yang tinggi dibandingkan bahan ikan segar berdasarkan bobotnya.
Namun, komposisi tepung ikan tidak selalu sama. Kandungan protein, lemak, mineral, dan komponen lainnya dapat dipengaruhi oleh jenis ikan, bahan baku, dan metode pengolahan. Karena itu, kualitas tepung ikan perlu dianalisis sebelum digunakan.




