Oleh : Lenny Amelia HK
Pernahkah Anda Meminum Susu UHT atau Jus Kemasan?
Saat menikmati segelas susu, yoghurt, atau jus buah dalam kemasan, mungkin kita tidak menyadari bahwa produk tersebut telah melalui proses penting yang disebut pasteurisasi. Teknologi ini menjadi salah satu inovasi terbesar dalam dunia pangan karena mampu membuat makanan dan minuman lebih aman dikonsumsi tanpa menghilangkan kualitasnya secara signifikan.
Pasteurisasi telah digunakan selama lebih dari satu abad dan hingga kini tetap menjadi metode yang paling banyak diterapkan oleh industri pangan di seluruh dunia.
Apa Itu Pasteurisasi?
Pasteurisasi adalah proses pemanasan bahan pangan pada suhu tertentu dalam waktu tertentu untuk mengurangi atau membunuh mikroorganisme penyebab penyakit serta mikroba pembusuk. Berbeda dengan sterilisasi, pasteurisasi tidak bertujuan mematikan semua mikroorganisme, melainkan menurunkan jumlahnya hingga berada pada tingkat yang aman.
Teknologi ini pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan Prancis, Louis Pasteur, yang menemukan bahwa pemanasan mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada minuman fermentasi. Sejak saat itu, metode pasteurisasi berkembang luas dan menjadi standar dalam industri pangan.
Mengapa Pasteurisasi Penting?
Bahan pangan seperti susu, sari buah, atau minuman segar sangat mudah terkontaminasi oleh bakteri, kapang, maupun khamir. Jika tidak ditangani dengan benar, mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan kerusakan produk bahkan memicu penyakit bawaan pangan (foodborne disease).
Melalui proses pasteurisasi, produk menjadi lebih aman karena jumlah mikroorganisme berbahaya berkurang secara signifikan. Selain itu, proses ini juga membantu memperpanjang umur simpan sehingga produk dapat didistribusikan ke berbagai daerah tanpa cepat rusak.
Produk Pangan yang Dipasteurisasi
Pasteurisasi tidak hanya diterapkan pada susu. Saat ini, banyak produk pangan yang menggunakan teknologi ini, antara lain:
- Susu segar pasteurisasi
- Susu cokelat dan susu berperisa
- Yoghurt
- Jus buah
- Minuman sari buah
- Telur cair untuk industri pangan
- Beberapa jenis saus dan minuman fermentasi
Penerapan pasteurisasi membantu menjaga cita rasa dan kandungan gizi produk tetap baik dibandingkan dengan pemanasan pada suhu yang terlalu tinggi.
Pasteurisasi dan Kualitas Gizi
Masih banyak anggapan bahwa proses pemanasan akan menghilangkan seluruh kandungan gizi pangan. Faktanya, pasteurisasi dirancang agar kehilangan zat gizi dapat diminimalkan. Sebagian besar protein, karbohidrat, lemak, dan mineral tetap terjaga, sementara hanya sebagian kecil vitamin yang sensitif terhadap panas yang mungkin mengalami penurunan.
Peluang bagi Lulusan Teknologi Pangan
Di balik proses pasteurisasi terdapat peran penting lulusan Teknologi Pangan. Mereka bertanggung jawab menentukan suhu dan waktu pemanasan yang tepat, memastikan keamanan produk, melakukan pengujian mutu, serta mengembangkan proses produksi yang efisien.
Keahlian ini sangat dibutuhkan oleh industri susu, minuman, pangan olahan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin menghasilkan produk berkualitas.
Belajar Pasteurisasi di Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ma’soem
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ma’soem mempelajari prinsip-prinsip pasteurisasi melalui perkuliahan dan praktikum di laboratorium. Mereka memahami bagaimana proses pemanasan memengaruhi mutu, keamanan, dan umur simpan pangan, sekaligus belajar mengembangkan produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!
Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:
Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
WhatsApp: 081385501914
Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/



