APAKAH PERBEDAAN ANTARA JAHE GAJAH, JAHE EMPRIT, DAN JAHE MERAH ?

Oleh : Deni Purwadi

Jahe adalah termasuk rimpang yang sangat banyak manfaatnya dalam kehidupan kita sehari-hari, mulai dari bumbu dapur sampai dengan obat-obatan atau jamu. Namun ada hal yang perlu diperhatikan saat akan digunakan karena ternyata setiap jenis jahe memiliki karakteristik yang berbeda. Sebelum kita memilih jenis jahe mana yang akan digunakan pastikan terlebih dahulu maksud penggunaannya. Paling tidak ada 3 jenis jahe yang selama ini dikenal, yaitu : Jahe Gajah, Jahe Emprit, dan Jahe Merah.

Berikut adalah perbedaan utama antara jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah berdasarkan ciri fisik, cita rasa, serta kegunaannya:

  1. Jahe Gajah (Jahe Putih Besar)
    Sesuai namanya, jenis jahe ini memiliki ukuran rimpang yang paling besar dibanding jenis lainnya.
    a. Bentuk & Ukuran: Rimpang gemuk, tebal, dan ruasnya cenderung membengkak.
    b. Warna: Kulit berwarna kuning muda pucat; daging buah berwarna putih kemuningan.
    c. Aroma & Rasa: Aromanya kurang tajam dan rasa pedasnya tergolong paling lembut.
    d. Kegunaan Utama: Sering digunakan untuk bahan olahan masakan, campuran minuman hangat ringan, serta industri permen atau olahan jahe kaleng karena seratnya tidak terlalu kasar.
  2. Jahe Emprit (Jahe Putih Kecil)
    Jahe emprit merupakan jenis jahe lokal yang paling sering ditemukan di pasar tradisional sebagai bumbu dapur harian.
    a. Bentuk & Ukuran: Rimpangnya lebih kecil dan agak pipih, ruasnya cenderung berimpit.
    b. Warna: Kulit dan dagingnya berwarna putih kekuningan.
    c. Aroma & Rasa: Aromanya cukup kuat dengan tingkat kepedasan sedang hingga tinggi (lebih pedas dibanding jahe gajah).
    d. Kegunaan Utama: Bahan bumbu masakan sehari-hari, ekstrak bahan herbal, dan olahan bubuk jahe.
  3. Jahe Merah
    Merupakan jenis jahe dengan kandungan zat aktif (gingerol dan shogaol) serta minyak atsiri paling tinggi, sehingga sering dimanfaatkan untuk kebutuhan medis/herbal.
    a. Bentuk & Ukuran: Rimpang berukuran paling kecil dengan serat kasar.
    b. Warna: Kulit luar berwarna merah keoranyean/jingga tua; daging dalamnya berwarna merah muda hingga kuning kecokelatan.
    c. Aroma & Rasa: Aromanya sangat tajam dengan rasa paling pedas di antara ketiganya.
    d. Kegunaan Utama: Bahan baku utama obat tradisional, jamu, suplemen kesehatan, dan peningkat daya tahan tubuh.

Apabila tertarik dengan berbagai manfaat dari rempah-rempah, khususnya jahe, silahkan bergabung dan melanjutkan studi di Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem. Kampus ini memiliki 2 program studi, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis. Kita akan mempelajari dan menggali potensi rempah-rempah khususnya di Tatar Sunda umumnya di Indonesia.