Oleh ; Lenny Amelia HK
“Pernahkah Anda melihat seseorang menguji kesegaran telur hanya dengan memasukkannya ke dalam semangkuk air? Jika telur tenggelam, katanya masih segar. Jika mengapung, katanya sudah busuk. Tes sederhana ini telah digunakan selama puluhan tahun di berbagai rumah tangga. Namun, apakah benar telur yang mengapung pasti tidak layak dimakan? Mengapa sebuah telur yang awalnya tenggelam perlahan bisa mengapung setelah disimpan beberapa minggu? Ternyata jawabannya berkaitan dengan perubahan fisik alami yang terjadi di dalam telur sejak hari pertama setelah dikeluarkan oleh induk ayam.”
Telur merupakan salah satu bahan pangan yang paling bergizi dan serbaguna. Selain menjadi sumber protein berkualitas tinggi, telur juga mengandung vitamin, mineral, lemak sehat, dan berbagai senyawa penting bagi tubuh.
Bagaimana Struktur Sebuah Telur?
Meskipun terlihat sederhana, telur memiliki struktur yang sangat kompleks. Bagian-bagian utama telur meliputi:
- Cangkang.
- Membran luar dan membran dalam.
- Kantung udara (air cell).
- Putih telur (albumen).
- Kuning telur (yolk).
- Kalaza, yaitu serabut yang menjaga kuning telur tetap berada di tengah.
Setiap bagian memiliki fungsi penting dalam melindungi embrio dan menjaga kualitas isi telur.
Mengapa Telur Memiliki Kantung Udara?
Saat telur baru dikeluarkan oleh ayam, suhu telur masih mendekati suhu tubuh induknya. Ketika suhu mulai turun:
- Isi telur sedikit menyusut.
- Membran di bagian ujung tumpul terpisah.
- Terbentuklah kantung udara kecil.
Semakin lama telur disimpan, kantung udara ini akan semakin besar.
Mengapa Kantung Udara Bisa Membesar?
Cangkang telur sebenarnya tidak sepenuhnya kedap. Pada permukaannya terdapat ribuan pori-pori mikroskopis. Melalui pori-pori tersebut terjadi:
- Penguapan air.
- Pertukaran gas dengan lingkungan.
Akibat kehilangan air secara perlahan, ruang kosong di dalam telur semakin besar sehingga kantung udara bertambah ukurannya.
Mengapa Telur Mengapung?
Prinsipnya sama seperti benda lain yang mengapung di air. Semakin besar kantung udara:
- Massa jenis telur menurun.
- Daya apung meningkat.
Akibatnya:
Telur Sangat Segar
- Tenggelam dan berbaring di dasar wadah.
Telur Agak Lama
- Tenggelam tetapi berdiri miring atau tegak.
Telur Sangat Lama
- Mengapung ke permukaan karena kantung udara sudah besar.
Apakah Telur yang Mengapung Pasti Busuk?
Belum tentu. Uji apung hanya menunjukkan bahwa telur telah kehilangan cukup banyak air dan udara di dalamnya bertambah. Artinya:
- Telur kemungkinan sudah tua.
- Mutunya menurun.
- Perlu pemeriksaan lebih lanjut setelah dipecahkan.
Jika setelah dibuka:
- Tidak berbau menyengat.
- Putih telur masih cukup baik.
- Tidak berubah warna secara abnormal.
Telur tersebut mungkin masih dapat digunakan, tergantung kondisi penyimpanannya. Sebaliknya, telur yang berbau busuk atau menunjukkan tanda kerusakan sebaiknya tidak dikonsumsi.
Mengapa Telur Busuk Berbau Sangat Menyengat?
Ketika mikroorganisme mulai merusak protein telur, terbentuk berbagai senyawa hasil dekomposisi. Salah satunya adalah hidrogen sulfida (H₂S). Gas inilah yang menghasilkan bau khas telur busuk.Semakin tinggi aktivitas mikroorganisme, semakin kuat aroma tidak sedap yang muncul.
Mengapa Putih Telur Menjadi Lebih Cair?
Telur segar memiliki putih telur yang kental. Selama penyimpanan:
- Protein mengalami perubahan struktur.
- Karbon dioksida keluar melalui pori cangkang.
- pH putih telur meningkat.
Akibatnya, putih telur menjadi lebih encer dan mudah menyebar ketika telur dipecahkan.
Mengapa Kuning Telur Mudah Pecah pada Telur Lama?
Selama penyimpanan:
- Air dari putih telur berpindah ke kuning telur.
- Kuning telur membesar.
- Membran kuning telur melemah.
Karena itu, kuning telur pada telur lama lebih mudah pecah saat dimasak atau diolah.




