Peran Bakteri Acetobacter Aceti dan Khamir Dalam Pembuatan Cuka Apel

Oleh : Shauna Himyatillah Hanifa

Apel merupakan salah satu tanaman yang mudah busuk dan mudah rusak, dimana wilayah penghasil apel banyak tersebar luas di Indonesia termasuk di daerah Malang. Malang termasuk wilayah penghasil apel terbesar di Indonesia. Melihat apel adalah salah satu tanaman hortikultura, petani apel melakukan upaya untuk meningkatkan nilai jual apel yakni salah satunya ialah pemanfaatan buah apel menjadi cuka apel.
Apple Cider Vinegar atau yang lebih dikenal dengan cuka apel merupakan salah satu produk pangan fungsional yang telah dikembangkan oleh beberapa industri di Indonesia sebagai produk yang memenuhi kebutuhan kesehatan bagi masyarakat. Banyaknya masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan membuat obat herbal menjadi pilihan banyak orang saat ini dibandingkan dengan obat kimia, menjadikan produk cuka apel ini banyak diminati oleh masyarakat.

Cuka apel diproses dengan cara difermentasi yang melibatkan beberapa bakteri didalamnya seperti Acetobacter Aceti dan khamir. Buah apel yang difermentasi mengandung vitamin C, vitamin B, dan mineral seperti kalsium, magnesium, dan fosfor yang baik bagi kesehatan tubuh. Fermentasi buah apel memiliki manfaat yang sangat luas termasuk mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Oleh karena itu, penulis akan membahas bagaimana peran bakteri-bakteri baik tersebut dalam pembuatan cuka apel.

Pada tahap awal pembuatan cuka apel adalah dengan dilakukan pencucian terlebih dahulu pada buah apel, setelah itu dilakukan pemotongan dan penyaringan untuk menghasilkan sari apel. Apel yang sudah dipotong-potong dimasukkan kedalam toples kaca yang sudah dibersihkan dan disterilisasi lalu ditambahkan gula kristal hingga gula larut secara sempurna di dalam air rendaman, gula akan terfermentasi dan berubah menjadi alkohol.

Sari apel difermentasi melalui dua tahap yaitu fermentasi alkohol yang mana fermentasi tersebut adalah perlakuan hidrolisis asam yang mengubah pati menjadi glukosa dan mengubah glukosa menjadi alkohol yang difermentasi oleh khamir setelah itu proses fermentasi dilanjutkan dengan Acetobacter yang mengubah alkohol menjadi asam asetat. Saring apel dan sari apel lalu masukkan kembali sari apel pada toples kaca yang sudah steril setelah itu dilakukan pengisolasian terhadap khamir dan bakteri Acetobacter setelah pengisolasian khamir dan bakteri Acetobacter dilanjutkan dengan fermentasi sari apel yang difermentasikan selama kurang lebih 14 hari pada suhu ruang. Setelah 14 hari wine apel mulai terbentuk dan dilanjutkan proses fermentasi selama 14 hari pada suhu kurang lebih 37 derajat Celcius untuk menghasilkan cuka apel

Setelah cuka apel sudah terbentuk, simpan cuka apel di dalam lemari es untuk menjaga kualitas cuka agar tidak mudah rusak. Selain itu, menyimpan cuka apel di dalam lemari es dapat menghentikan proses fermentasi karena jika cuka disimpan pada suhu ruang maka proses fermentasi akan terus berlanjut. Berdasarkan jurnal hasil penelitian yang dilakukan Arina Aprilia Syahputri (2025) menunjukkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi hasil cuka apel seperti penambahan konsentrasi stater bakteri Acetobacter aceti Beijerinck IFO 3283 dan lama fermentasi dapat cukup berpengaruh terhadap kadar alkohol, pH, asam asetat, dan kadar gula pada cuka apel. Adapun faktor lain yang mempengaruhi kualitas dari hasil fermentasi cuka apel adalah penggunaan varietas apel yang berbeda.

Cuka apel adalah salah satu produk hasil pemanfaatan dari buah apel yang difermentasi oleh bakteri baik seperti Acetobacter aceti dan khamir yang dilakukan kurang lebih selama 2- 4 minggu untuk menghasilkan cuka apel. Selain itu, kualitas cuka apel dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti penambahan konsentrasi stater bakteri, lama nya proses fermentasi dan penggunaan buah apel yang berbeda.

Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!

Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.

Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:

Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/

WhatsApp: 081385501914

Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/