Mengapa Nasi Bisa Pulen, Lalu Menjadi Keras?

Oleh ; Lenny Amelia HK

“Beras dimasukkan ke dalam rice cooker bersama air. Beberapa saat kemudian, butiran beras berubah menjadi nasi yang lembut, pulen, dan mudah dikunyah. Namun setelah disimpan, terutama di suhu dingin, nasi perlahan menjadi lebih keras. Apakah airnya hilang? Tidak sesederhana itu. Di balik perubahan tersebut terdapat transformasi pati yang menjadi salah satu fenomena paling penting dalam ilmu Teknologi Pangan.”

Nasi merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Hampir setiap hari kita melihat proses: beras → nasi. Kelihatannya sederhana. Tetapi sebenarnya proses tersebut melibatkan:

  • Air.
  • Panas.
  • Pati.
  • Protein.
  • Struktur granula.
  • Perpindahan massa.
  • Perubahan tekstur.

Bahkan setelah nasi matang, proses perubahan belum berhenti. Beras terutama tersusun atas: pati. Pati terdiri dari dua komponen utama:

  • Amilosa
  • Amilopektin

Perbandingan keduanya sangat memengaruhi karakter nasi.

AMILOSA VS AMILOPEKTIN

Secara sederhana: Amilosa Strukturnya relatif lebih linear. Amilopektin Strukturnya bercabang. Perbedaan struktur tersebut mempengaruhi:

  • Penyerapan air.
  • Pengembangan granula.
  • Kelekatan.
  • Tekstur.
  • Retrogradasi.
MENGAPA ADA NASI PULEN DAN NASI PERAH?

Salah satu faktor penting adalah: komposisi pati. Beras dengan karakter amilopektin lebih dominan cenderung menghasilkan nasi yang: lebih lengket dan pulen. Sementara beras dengan kandungan amilosa lebih tinggi cenderung menghasilkan nasi lebih pera dan butirannya lebih terpisah. Namun tekstur nasi tidak hanya ditentukan oleh amilosa. Faktor lain juga berperan:

  • Varietas.
  • Kadar air.
  • Kondisi penggilingan.
  • Rasio air.
  • Suhu memasak.
  • Waktu pemasakan.
  • Pendinginan.

Ketika beras dimasak air mulai masuk ke dalam granula pati. Kemudian suhu meningkat. Pada kondisi tertentu: granula pati menyerap air dan mengembang. Proses ini disebut GELATINISASI PATI Secara sederhana: pati + air + panas > granula mengembang > struktur kristalin terganggu > pati menjadi lebih mudah dicerna dan membentuk struktur nasi matang Inilah salah satu alasan beras berubah menjadi nasi.