Oleh : Al Fira Frisilfia
Sistem pangan saat ini sangat berbeda dengan sistem pangan di zaman kakek-nenek kita. Sekarang pasar membuka pintu untuk memberi kita akses ke makanan baru dan lebih banyak makanan yang menggunakan teknik pengawetan yang harus didistribusikan lebih jauh dan tetap segar lebih lama. Konsumen saat ini mengharapkan makanan yang aman, bergizi, terjangkau, dan praktis. Bahan kimia memainkan peran penting dalam banyak kemajuan dalam sistem pangan kita saat ini. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) melindungi konsumen dengan mengatur penggunaan bahan kimia sebagai bahan makanan atau zat yang bersentuhan dengan makanan, selama pengemasan, pemrosesan, atau penanganan lainnya.
1. Kenapa Bahan Kimia digunakan dalam Makanan? Dan apakah bahan kimia ada secara alami dalam makanan?
Karena bahan kimia ditambahkan ke makanan untuk memperpanjang kesegaran, meningkatkan manfaat nutrisi, meningkatkan rasa, memperbaiki tekstur, menjaga keamanan pangan, atau menambah kemudahan.
Semua makanan mengandung bahan kimia karena makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, dan serat terbuat dari senyawa kimia. Banyak di antaranya hadir secara alami dalam makanan dan membantu diet seimbang serta menambah pengalaman makan. Contohnya: Kalsium dalam susu dan produk susu, kalium dalam pisang dan kentang. Dan Protein, zat besi, seng, selenium, riboflavin, niasin, vitamin B6, vitamin B12, fosfor, pantotenat, magnesium, dan kalium dalam ikan.
2. Peran kimia dalam Pengawetan Pangan
Kini, sebagian besar makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung bahan pengawet. Baik pengawet alami maupun buatan. Bahan pengawet untuk membantu menjaga makanan dari tumbuhnya jamur, mikroba, dan organisme lain yang menyebabkan keracunan. Namun, sayangnya bahan pengawet yang terdapat pada makanan kemasan sering kali cenderung berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Untuk itu ada beberapa pengawet kimia yang aman dikonsumsi seperti:
• Asam benzoat
Asam benzoat adalah bahan pengawet yang paling umum digunakan. Selain bisa dipakai untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada makanan, bahan ini membantu memperlambat dan mencegah perubahan warna, rasa, PH dan tekstur, sehingga kesegaran makanan tetap terjaga. Asam benzoat umumnya ditemukan pada makanan seperti salad, acar, saus, bumbu, jus buah, dan makanan ringan lainnya.
• Asam Sorbat
Asam sorbat adalah senyawa kimia alami yang juga menjadi pilihan untuk mengawetkan makanan. Asam sorbat efektif menghambat pertumbuhan jamur, yang dapat merusak makanan dan menyebabkan penyakit. Bahan pengawet ini umumnya digunakan untuk mengawetkan daging karena kemampuan antibiotik alaminya. Selain daging, asam sorbat yang memiliki sifat anti jamur juga digunakan untuk mengawetkan makanan kaleng, kerang, keju, anggur merah, dan pastry.
• Sulfit
Sulfit atau sulfur dioxida adalah bahan pengawet yang digunakan untuk membantu mencegah makanan berubah warna menjadi kecokelatan. Kandungan dalam sulfit bersifat antimikroba, sehingga bahan pengawet makanan ini sering digunakan untuk mengawetkan buah kering. Selain pada buah-buahan kering, bahan kimia sulfit juga biasanya terkandung dalam jus buah dan sosis.
• Nitrat dan nitrit
Nitrat dan nitrit adalah dua senyawa kimia berbeda yang kerap kali ditemukan pada produk daging olahan seperti ham, sosis, dan bacon. Bahan pengawet ini berfungsi tidak hanya mencegah tumbuhnya bakteri, tetapi juga menambahkan rasa asin pada daging. Kandungan nitrat dan nitrit ternyata juga ditemukan secara alami pada beberapa sayuran, seperti wortel, pakcoy, dan selada.
• EDTA
EDTA adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan untuk mencegah terjadinya oksidasi. Ketika makanan teroksidasi maka dapat menyebabkan perubahan warna dan rasa, serta menyebabkan makanan menjadi tengik. EDTA pada produk buah dan sayuran dalam bentuk kaleng, mayones, dan minuman bersoda.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki standar dan regulasi terkait penggunaan bahan pengawet makanan. Bahan pengawet yang diizinkan digunakan telah melalui evaluasi keamanan dan ditetapkan batas maksimum penggunaannya. Penting untuk selalu memperhatikan label kemasan makanan dan memilih produk yang menggunakan bahan pengawet sesuai standar BPOM. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penggunaan bahan pengawet dalam makanan harus sesuai dengan dosis yang diizinkan dan tidak boleh melebihi batas maksimum yang ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat dari potensi risiko akibat konsumsi bahan pengawet berlebihan
3. Peran Kimia dalam Keamanan Pangan
Kimia Pangan membantu dalam analisis dan pengujian keamanan pangan, termasuk deteksi kontaminan dan patogen yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Metode ini membantu memastikan makanan yang dikonsumsi adalah aman dan tidak mengandung zat-zat berbahaya. Kimia pangan juga berperan dalam menguji keamanan pangan, atau residu pestisida, Ini penting untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi aman dan sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku.
Memahami prinsip-prinsip kimia pangan tentang keamanan dan pengawetan sangat penting karena dapat memastikan keamanan gizi serta makanan yang tidak mengandung zat-zat berbahaya. Kimia pangan tentang pengawetan juga sangat penting karena untuk menciptakan produk makanan yang aman, beraroma dan tahan lama. Meskipun bahan pengawet dapat dikonsumsi, namun sebaiknya batasi mengonsumsi makanan yang banyak mengandung bahan pengawet kimia.
Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!
Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.
Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:
Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
WhatsApp: 081385501914
Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/





