Oleh : Rosal Vanisari Sukarna
Daging oplosan adalah daging yang telah dicampur dengan jenis daging lain tanpa pemberitahuan kepada konsumen. Praktik ini sering dilakukan untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Adulterasi daging menjadi isu penting dalam keamanan dan kehalalan pangan karena dapat melibatkan bahan yang diharamkan seperti babi. Menurut penelitian, keberadaan kandungan babi dalam produk daging merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip halal dan memerlukan metode deteksi yang akurat.
Pasar tradisional umumnya memiliki sistem distribusi yang lebih sederhana dengan pengawasan yang terbatas. Daging dijual secara terbuka tanpa label yang jelas, sehingga sulit dilakukan pelacakan asal produk. Sebaliknya, pasar modern menerapkan sistem rantai pasok yang lebih terstruktur, termasuk penyimpanan dingin, pelabelan, serta sertifikasi halal. Hal ini memungkinkan kontrol kualitas yang lebih baik dan meminimalkan risiko adulterasi. Metode deteksi daging oplosan dapat dibedakan menjadi metode konvensional dan metode ilmiah. Metode konvensional meliputi pengamatan fisik seperti warna, bau, dan tekstur. Namun, metode ini kurang akurat karena perbedaan karakteristik daging sering kali sulit dibedakan secara kasat mata.
Metode ilmiah yang lebih akurat meliputi: (1) ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) untuk mendeteksi protein spesifik (2) PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi DNA spesifik (3) LAMP (Loop-mediated Isothermal Amplification) yang lebih cepat dan sensitif (4) FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) untuk analisis komposisi kimia.
Metode PCR dan ELISA terbukti mampu mendeteksi kandungan babi dalam produk daging dengan tingkat akurasi yang tinggi. Manajemen pangan halal mencakup seluruh proses dalam rantai pasok, mulai dari penyembelihan, pengolahan, distribusi, hingga penjualan. Konsep utama dalam manajemen halal adalah traceability dan pengendalian titik kritis halal. Kegagalan dalam salah satu tahap dapat menyebabkan kontaminasi non-halal, termasuk dalam kasus daging oplosan.
Pada pasar tradisional, produk sosis sering kali dijual tanpa label yang jelas dan tanpa informasi komposisi bahan. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya penipuan pangan, karena konsumen tidak memiliki akses terhadap informasi yang memadai mengenai asal-usul produk.
Sementara itu, pasar modern umumnya menyediakan produk dengan kemasan, label, dan informasi komposisi. Namun, kasus ini menunjukkan bahwa keberadaan label saja tidak cukup apabila tidak didukung oleh sistem verifikasi yang ketat. Produk tetap berpotensi mengandung bahan non-halal apabila terjadi kecurangan pada tingkat produsen atau distributor. Dalam perspektif manajemen pangan halal, kasus ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengendalian halal, khususnya pada aspek traceability (ketelusuran) dan pengawasan bahan baku.
Produk olahan seperti sosis memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan daging segar karena melibatkan berbagai bahan tambahan. Hal ini menjadikan produk tersebut sebagai titik kritis dalam rantai pasok halal. Menurut prinsip manajemen halal, setiap tahapan produksi harus dapat ditelusuri dan diawasi secara ketat. Namun, dalam kasus ini, ketidakjelasan sumber bahan baku serta kurangnya pengujian rutin menyebabkan potensi masuknya bahan non-halal ke dalam produk.
Oleh karena itu, diperlukan penerapan Sistem Jaminan Halal (SJH) yang mencakup: (1) Audit bahan baku (2) Sertifikasi halal (3) Pengujian laboratorium secara berkala (4) Pengawasan distribusi. Dampak dari daging oplosn diantaranya daging oplosan berpotensi mengandung mikroorganisme berbahaya akibat penanganan yang tidak higienis, dampak kehalalan pencampuran dengan daging babi merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip halal dan dapat merugikan konsumen Muslim. Dampak ekonomi praktik ini dapat merusak kepercayaan konsumen serta merugikan produsen yang jujur.
Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!
Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.
Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:
Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
WhatsApp: 081385501914
Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/





