VALIDASI METODE KROMATOGRAFI UNTUK PENENTUAN KADAR VITAMIN DAN AKTIVITAS ENZIM PADA MINUMAN FUNGSIONAL

Oleh: Fatimah Nurrohmah

Minuman fungsional adalah minuman yang selain memberikan nutrisi juga memiliki manfaat kesehatan tertentu, seperti meningkatkan imunitas atau membantu pencernaan. Untuk memastikan manfaat tersebut nyata, kandungan aktifnya seperti vitamin dan enzim harus diukur secara tepat menggunakan metode yang sudah terbukti keandalannya. Proses pembuktian inilah yang disebut validasi metode.

Menurut BPOM (2001), validasi merupakan tindakan pembuktian yang terekomendasi bahwa suatu prosedur akan selalu memberikan hasil yang konsisten sesuai yang diharapkan. Regulasi internasional ICH Q2(R1) juga mewajibkan validasi sebelum suatu metode digunakan secara resmi dalam pengujian produk pangan maupun farmasi (ICH, 2005). Tanpa validasi yang baik, data analisis bisa menyesatkan dan merugikan konsumen maupun produsen.

Penerapan Kromatografi untuk Penentuan Vitamin dan Aktivitas Enzim

Di antara berbagai teknik analisis yang ada, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT/HPLC) menjadi pilihan utama karena mampu memisahkan, mengidentifikasi, dan mengukur banyak komponen sekaligus dalam satu kali analisis. Teknik ini bekerja dengan mengalirkan sampel melalui kolom menggunakan pelarut bertekanan tinggi, lalu mendeteksi setiap komponen berdasarkan waktu retensinya (Suprianto, 2018).

Untuk vitamin, HPLC telah terbukti mampu mengukur vitamin B1, B3, dan B6 secara simultan dengan tingkat akurasi yang tinggi (Sabaruddin et al., 2022). Sementara itu, untuk aktivitas enzim, kadar senyawa aktif yang diukur via HPLC seperti kuersetin pada minuman kombucha dapat dikaitkan langsung dengan kemampuannya menghambat enzim pencernaan seperti α-amilase dan α-glukosidase, sehingga mendukung klaim fungsional produk (JOFE, 2025).

Kondisi Analisis dan Preparasi Sampel

Sebelum dianalisis, sampel minuman fungsional perlu melalui tahap preparasi untuk membersihkannya dari pengotor yang dapat mengganggu hasil. Metode yang umum digunakan antara lain filtrasi membran (0,22–0,45 µm), ekstraksi fase padat (SPE), dan ekstraksi cair-cair (LLE). Pemilihan metode preparasi disesuaikan dengan sifat zat yang dianalisis agar sensitivitas pengukuran tetap optimal (Wiralab, 2023).

Kondisi analisis pada alat HPLC juga harus dioptimalkan secara sistematis, meliputi komposisi fase gerak, jenis kolom, laju alir, suhu, dan panjang gelombang detektor. Sebagai contoh,Sabaruddin et al. (2022) menemukan bahwa fase gerak ammonium asetat : asetonitril (25:75) memberikan pemisahan terbaik untuk vitamin B kompleks, dengan nilai resolusi >2 yang memenuhi syarat keberterimaan. Optimasi ini menjadi landasan sebelum proses validasi dilakukan.

Evaluasi Parameter Validasi Metode

Validasi metode HPLC dievaluasi melalui beberapa parameter utama: selektivitas (tidak ada interferensi dari komponen lain), linieritas (R² ≥ 0,999), batas deteksi (LOD), batas kuantifikasi (LOQ), akurasi (perolehan kembali 80–120%), presisi (%RSD rendah), dan ketahanan metode (robustness). Setiap parameter ini memberikan gambaran menyeluruh tentang seberapa andal metode tersebut digunakan dalam kondisi nyata.

Hasil validasi KCKT untuk vitamin B3 dan B6 pada minuman berenergi menunjukkan spesifisitas masing-masing >99%, nilai RSD <0,35%, dan koefisien regresi R² = 0,9994 seluruhnya memenuhi persyaratan (Universitas Bung Hatta, 2013). Harmono (2020) juga melaporkan bahwa metode yang divalidasi mengacu pada ICH menghasilkan perolehan kembali sebesar 98,08%, masuk dalam rentang yang diizinkan oleh panduan AOAC.

Keandalan Metode dalam Menentukan Kadar Vitamin dan Aktivitas Enzim

Berbagai penelitian mengonfirmasi bahwa metode HPLC yang tervalidasi dengan baik mampu memberikan hasil analisis yang andal dan reproducible. Riswanto & Martono (2013) berhasil menetapkan kadar vitamin B3, B6, kafein, dan taurin secara bersamaan dalam minuman berenergi menggunakan metode KLT-densitometri tervalidasi. Hal ini membuktikan fleksibilitas metode kromatografi dalam menangani matriks minuman yang kompleks sekalipun.

Dibandingkan metode lain seperti spektrofotometri atau titrasi, HPLC unggul dalam sensitifitas, selektivitas, dan kemampuan mendeteksi banyak senyawa sekaligus (Jurnal SSJ Unived, 2022). Keunggulan ini menjadikan HPLC sebagai standar emas dalam pengujian mutu  produk minuman fungsional, baik di laboratorium riset maupun dalam konteks kendali kualitas industri secara rutin.

Kesimpulan

Validasi metode HPLC merupakan langkah esensial yang tidak dapat dilewati dalam analisis kadar vitamin dan aktivitas enzim pada minuman fungsional. Dengan mengacu pada panduan ICH Q2(R1) dan AOAC, semua parameter validasi seperti linieritas, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ dapat dipenuhi secara konsisten, sehingga data analisis yang dihasilkan dapat dipercaya secara ilmiah.

Keberhasilan validasi sangat ditentukan oleh ketepatan preparasi sampel dan optimasi kondisi analisis. Ke depan, penerapan teknologi UHPLC dan LC-MS/MS diharapkan dapat mempercepat proses analisis sekaligus memperluas kemampuan deteksi, demi mendukung pengembangan produk minuman fungsional yang aman, bermutu, dan dapat dipertanggungjawabkan klaimnya kepada konsumen.

Daftar Pustaka

BPOM. (2001). Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Jakarta: BPOM-RI.

Harmono, H. D. (2020). Validasi Metode Analisis Logam Merkuri pada Air Permukaan. Indonesian Journal of Laboratory, 2(3), 11–16. https://doi.org/10.22146/ijl.v2i3.57047

ICH. (2005). Validation of Analytical Procedures: Text and Methodology Q2(R1). Geneva: ICH.

JOFE. (2025). Eksplorasi Senyawa Bioaktif dari Berbagai Jenis Kombucha. Journal of Food Engineering, 4(4), 200–219.

Jurnal SSJ Unived. (2022). Review: Validasi Metode Analisis Kromatografi Cair. https://jurnal.unived.ac.id/index.php/ssj/article/download/4635/3700

Riswanto, F. D. O., & Martono, S. (2013). Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Piridoksin, Nikotinamid, Taurin, dan Kafein dalam Minuman Berenergi [Tesis S2]. Universitas Gadjah Mada.

Sabaruddin, et al. (2022). Optimasi dan Validasi Metode KCKT untuk Vitamin B1, B3, B6, dan Kofein. Journal of Experimental and Clinical Pharmacy, 2(2). https://doi.org/10.52365/jecp.v2i2.425

Suprianto, S. (2018). Parameter Optimasi dan Validasi Metode Ultra Fast Liquid Chromatography. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/354114961

Universitas Bung Hatta. (2013). Validasi Metode Penetapan Kadar Vitamin B3 dan B6 pada Minuman Berenergi. Jurnal FTI Bung Hatta. https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/949

Wiralab Analitika. (2023). 8 Preparasi Sampel untuk Kromatografi. https://wiralabanalitika.com/8-reparasi-sampel-untuk-kromatografi/

Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!

Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.

Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:

Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/

WhatsApp: 081385501914

Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/