Oleh ; Deni Purwadi
Teknik Pengawetan Makanan Secara Alami
Dengan semakin meningkatnya Pendidikan masyarakat yang disertai dengan penyebaran ilmu pengetahuan melalui media sosial, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan makanan juga meningkat pesat. Banyak orang mulai beralih dari bahan pangan yang mengandung bahan kimia sintetis menuju opsi yang lebih sehat dan alami. Salah satu tantangan utama dalam mengolah bahan pangan adalah daya simpan. Tanpa penanganan yang tepat, makanan mudah rusak akibat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan kapang. Teknik pengawetan makanan dengan bahan alami hadir sebagai solusi yang tidak hanya aman bagi tubuh, tetapi juga mampu mempertahankan nutrisi serta cita rasa masakan.
Mengapa Memilih Pengawet Alami?
Pengawet sintetis sering kali dikaitkan dengan risiko kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Sebaliknya, pemanfaatan bahan alami menawarkan berbagai keunggulan:
- Lebih Aman bagi Kesehatan: Bebas dari senyawa kimia berbahaya yang berpotensi memicu reaksi alergi atau gangguan pencernaan.
- Ramah Lingkungan: Bahan mudah didapat dari alam dan limbahnya terurai secara alami.
- Menambah Cita Rasa: Banyak bahan pengawet alami seperti rempah-rempah yang sekaligus memperkaya aroma dan rasa makanan.
Jenis Bahan Pengawet Alami dan Cara Kerjanya
Pengawetan alami bekerja dengan cara mengontrol kelembapan, tingkat keasaman (pH), atau
memanfaatkan sifat antimikroba alami dari suatu bahan.
- Garam Dapur (Penggaraman)
Garam adalah salah satu pengawet tertua di dunia. Garam bekerja melalui proses osmosis, yaitu
menyerap kandungan air dari sel mikroorganisme dan bahan makanan. Tanpa air yang cukup, bakteri tidak dapat berkembang biak. Contoh penggunaan: Ikan asin, telur asin, dan pembuatan acar (pickling). - Gula (Penggulaan)
Sama seperti garam, gula dalam konsentrasi tinggi (minimal 60%) memiliki sifat higroskopis yang menarik air dari sel bakteri, sehingga menghambat pertumbuhannya. Contoh penggunaan: Manisan buah, selai, dan dodol. - Cuka / Asam Alami
Bakteri pembusuk umumnya tidak mampu bertahan hidup di lingkungan yang bersifat asam (pH di bawah 4,6). Asam asetat dalam cuka atau asam sitrat dari jeruk nipis/lemon sangat efektif menekan pertumbuhan mikroba. Contoh penggunaan: Acar sayuran, marinasi daging, dan kimchi. - Rempah-Rempah dan Bumbu Dapur
Banyak rempah Nusantara memiliki kandungan senyawa aktif antimikroba dan antioksidan:
a. Kunyit: Mengandung kurkumin yang bersifat antibakteri dan antiinflamasi.
b. Bawang Putih: Mengandung alisin, senyawa sulfur yang ampuh membunuh bakteri
dan jamur.
c. Kayu Manis dan Cengkeh: Mengandung minyak atsiri (eugenol) yang menghambat
pembusukan.
Tips Sukses Mengawetkan Makanan secara Alami
- Gunakan Bahan Berkualitas: Pastikan bahan pangan yang akan diawetkan dalam kondisi segar dan tidak ada bagian yang mulai membusuk.
- Sterilisasi Wadah: Cuci bersih dan sterilkan wadah penyimpanan (seperti toples kaca) dengan air panas sebelum digunakan.
- Simpan di Tempat yang Tepat: Meskipun sudah diawetkan, menyimpan produk di tempat yang sejuk, kering, atau di dalam lemari es akan memperpanjang masa simpan secara signifikan.
Mengawetkan makanan dengan bahan alami adalah langkah cerdas untuk hidup lebih sehat.
Selain meminimalkan penggunaan bahan kimia berlebih, teknik-teknik tradisional ini
membuktikan bahwa bahan-bahan sederhana di dapur kita memiliki fungsi luar biasa dalam
menjaga keawetan dan kualitas pangan.
Materi tentang Pengawetan Makanan ini mendapat perhatian penting pada struktur kurikulum
Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem. Dengan 2 Program Studi, Teknologi Pangan dan
Agribisnis, lulusannya diproyeksikan untuk dapat memilih dan menentukan secara bijak
Teknik pengawetan seperti apa yang cocok untuk bahan makanan/makanan tertentu. Dengan
demikian, selain makanannya awet atau berumur simpan yang panjang juga diminimalkan efek
kerusakan pada kandungan nutrisinya.
Para mahasiswa tidak hanya mempelajari secara teoritis di bangku kuliah tentang pengawetan
ini tetapi juga melaksanakan praktik di laboratorium dan lapangan.
Dengan perannya sebagai pengawas dan pembina kantin sekolah dan kampus Al Ma’soem,
para mahasiswa menjadikannya sebagai laboratorium skala penuh.
Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!
Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:
Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
WhatsApp: 081385501914
Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/



