Pengembangan sebuah model pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar gagasan dan konsep. Agar dapat diterapkan secara relevan, sebuah model perlu melihat kondisi nyata di lapangan dan mendengarkan pengalaman para praktisi yang berhadapan langsung dengan peserta didik.
Hal tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan Model PINTER melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan guru dari berbagai latar belakang. Keterlibatan para guru menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis yang ditemukan dalam keseharian di lingkungan pendidikan.
Menghadirkan Perspektif dari Dunia Pendidikan
Setiap guru memiliki pengalaman dan tantangan yang berbeda dalam mendampingi peserta didik. Perbedaan pengalaman tersebut menjadi sumber perspektif yang berharga dalam proses pengembangan Model PINTER.
Melalui FGD, para guru diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta masukan terkait rancangan model. Diskusi tidak hanya membahas bagaimana model dapat diterapkan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan yang mungkin ditemukan di sekolah.
Dengan melibatkan praktisi secara langsung, pengembangan Model PINTER dapat melihat model dari sudut pandang pengguna yang nantinya berhadapan dengan kondisi nyata di lapangan.
Menjembatani Konsep dan Praktik
Salah satu tujuan penting dari FGD adalah memastikan bahwa rancangan Model PINTER tidak berhenti sebagai konsep akademik, tetapi memiliki kemungkinan untuk diterapkan secara realistis.
Berbagai masukan dari guru menjadi bahan untuk melihat kembali aspek-aspek dalam model, mulai dari kejelasan panduan, tahapan pelaksanaan, fleksibilitas penerapan, hingga evaluasi dan tindak lanjut.
Proses tersebut menunjukkan bahwa pengembangan inovasi pendidikan membutuhkan dialog antara teori dan praktik. Konsep yang dirancang di lingkungan akademik dapat menjadi semakin kuat ketika mendapatkan perspektif dari mereka yang memiliki pengalaman langsung di sekolah.
Ruang Kolaborasi antara Akademisi dan Praktisi
FGD Model PINTER juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara lingkungan perguruan tinggi dan dunia pendidikan. Dosen membawa perspektif akademik dalam proses pengembangan model, sementara guru memberikan pengalaman praktis berdasarkan kondisi yang mereka hadapi di lapangan.
Pertemuan kedua perspektif tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan Model PINTER agar lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
Kolaborasi seperti ini juga membuka ruang bagi terciptanya inovasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teori, tetapi juga mempertimbangkan kebermanfaatannya dalam praktik.
Mahasiswa Turut Belajar dari Perspektif Praktisi
Keterlibatan dalam proses pengembangan Model PINTER juga dapat menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Ma’soem.
Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah model dikaji melalui berbagai perspektif dan bagaimana pengalaman praktisi digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengembangan.
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar berdiskusi, memahami permasalahan pendidikan dari sudut pandang yang lebih luas, serta menghubungkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di sekolah.
Dari Diskusi Menuju Model yang Lebih Relevan
FGD menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan pengembangan Model PINTER. Setiap perspektif yang disampaikan menjadi bagian dari proses evaluasi dan penyempurnaan model.
Melalui keterlibatan guru dari berbagai latar belakang, Model PINTER terus diarahkan agar memiliki panduan yang lebih jelas, implementasi yang lebih fleksibel, serta mampu menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Pada akhirnya, pengembangan Model PINTER bukan hanya tentang menghasilkan sebuah rancangan, tetapi juga tentang membangun proses kolaborasi yang mempertemukan dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan.
Kolaborasi tersebut menjadi gambaran bahwa inovasi pendidikan dapat tumbuh ketika dunia akademik dan dunia praktik saling mendengarkan, berbagi pengalaman, dan bersama-sama mencari solusi.
Melalui FGD Model PINTER, suara para guru menjadi bagian penting dalam memperkaya proses pengembangan model membangun jembatan antara gagasan akademik dan kebutuhan nyata di lapangan.
Pengalaman seperti ini menjadi salah satu gambaran pembelajaran di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ma’soem, yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat dalam berbagai pengalaman akademik dan pengembangan inovasi. Melalui kolaborasi bersama dosen, praktisi pendidikan, serta lingkungan sekolah, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, bekerja sama, dan memahami dinamika dunia pendidikan secara lebih nyata. Karena di Prodi BK Universitas Ma’soem, belajar bukan hanya tentang memahami ilmu, tetapi juga tentang mendapatkan pengalaman, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri untuk menjadi calon profesional BK yang siap menghadapi dunia nyata.
Segera daftarkan diri Anda melalui link berikut:https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
Untuk informasi lebih lanjut kunjungi juga website resmi kami di:https://masoemuniversity.ac.id/
- Nama Prodi: Bimbingan dan Konseling
- Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
- Kontak/WhatsApp: 022 7798340 / +62 851 8563 4253
- Website Resmi:https://masoemuniversity.ac.id/




