Peran dan Adaptasi Mahasiswa pada Era Revolusi Industri 4.0

Beranda / Berita / Peran dan Adaptasi Mahasiswa pada Era Revolusi Industri 4.0
22 Februari 2021
Peran dan Adaptasi Mahasiswa pada Era Revolusi Industri 4.0

Apapun yang ada di dunia selalu berubah, kecuali perubahan itu sendiri.

Mau tidak mau, suka tidak suka, selama masih berada di dunia, kita akan selalu menjadi bagian dari perubahan. Yang berbeda hanyalah dalam soal peran, yang secara dikhotomis menjadi dua kelompok besar: apakah menjadi subyek atau obyek.

Pun pada saat ini yang digembar-gemborkan sebagai era Revolusi Industri 4.0—kita sebut saja RI 4.0, yang ditandai dengan semakin cepatnya perubahan, akibat semakin bertambah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Pada dasarnya, revolusi industri mendorong terjadinya perubahan besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi. Sebagai konsekuensi logisnya, perubahan yang terjadi akan berdampak pada kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.

RI 4.0 merupakan kelanjutan dari tahapan perkembangan sebelumnya dalam rentangan masa beberapa abad. Secara sederhana dapat dirumuskan, RI 1.0 diawali dengan ditemukannya mesin uap, disambung RI 2.0 dengan ditemukannya tenaga listri, lalu masuk ke RI 3.0 dengan lahirnya komputer, dan sekarang RI 4.0 dengan masuknya ke zaman internet atau digitalisasi.

Perubahan adalah hal yang biasa, sepanjang kita mampu menggunakan nalar dan nurani kemanusiaan kita. Yang dipentingkan adalah kesiapan: siap belajar dengan penuh kesungguhan, yang hasil semua itu dimanifestasikan dalam meningkatnya peradaban.

Pada RI 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data, yang hal secara garis besarnya mencakup sistem siber-fisik, internet of things (IoT), cloud computing, dan cognitive computing. Sudah menjadi kenyataan bahwa penggunaan alat fisik atau mesin semakin meningkat efisiensi dan efektivitasnya akibat terkoneksi dengan jaringan internet. Volume informasi yang besar, baik yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur bisa disusun, diolah, dianalisi, dan disimpan dalam sistem yang terintegrasi di dunia maya.

Bahwa perubahan akan melahirkan masalah-masalah baru, tidaklah perlu kita sikapi secara pesimis. Tokh perubahan juga bisa membawa masyarakat ke arah yang lebih baik, sepanjang kita mampu menyikapinya. Dengan adanya perubahan, ada hal-hal yang tersingkirkan, misalnya beberapa jenis pekerjaan, namun di lain pihak akan terbuka peluang-peluang baru yang bisa membawa ke arah kehidupan masyarakat yang lebih baik.

RI 4.0 bukanlah suatu peristiwa yang harus kita takuti, lalu membayangkan kejadian-kejadian yang tidak diharapkan, meskipun tidak berarti kita permisif. RI 4.0 justru membuka peluang yang semakin luas bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Lalu, andai saja Anda seorang mahasiswa, di manakah mesti mengambil posisi?

Sebagaimana yang secara singkat dipaparkan di atas, upaya mengembangkan potensi diri adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Belajar seoptimal mungkin, sesuai dengan bidang keilmuan yang dipilih merupakan keniscayaan untuk meraih sukses, agar bisa ikut berperan sebagai subyek pada dinamika RI 4.0.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University