FOOD MYTH BUSTERS #02 Benarkah Semua Bahan Tambahan Pangan Itu Berbahaya? Fakta atau Mitos?

Oleh : Lenny Amelia HK

“Kalau di label ada nama yang susah dibaca, berarti itu bahan kimia berbahaya.” Benarkah demikian?

Mengapa Kata “Bahan Kimia” Sering Ditakuti?

Saat mendengar kata kimia, banyak orang langsung membayangkan sesuatu yang beracun. Padahal, secara ilmiah hampir semua benda di sekitar kita tersusun atas senyawa kimia. Air adalah H₂O. Garam dapur adalah natrium klorida. Vitamin C adalah asam askorbat. Semuanya adalah zat kimia. Artinya… Tidak semua zat kimia berbahaya. Yang menentukan adalah jenisnya, fungsinya, dan jumlah penggunaannya.

Apa Itu Bahan Tambahan Pangan (BTP)?

Bahan Tambahan Pangan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk tujuan teknologi, bukan sebagai bahan utama.

BTP digunakan agar produk memiliki mutu yang lebih baik, misalnya:

✅ Menjaga kestabilan produk.

✅ Mempertahankan warna.

✅ Memperbaiki tekstur.

✅ Mencegah kerusakan selama penyimpanan.

✅ Membantu proses pengolahan.

Tanpa BTP tertentu, banyak produk pangan tidak akan memiliki kualitas yang konsisten atau umur simpan yang memadai.

Bayangkan Jika Tidak Ada BTP…

Mari kita lakukan sebuah eksperimen sederhana. Bayangkan sebuah toko roti. Semua roti dibuat tanpa bahan pendukung yang membantu menjaga tekstur dan mutu. Apa yang mungkin terjadi?

  • Roti lebih cepat mengeras.
  • Selai mudah rusak.
  • Minuman berubah warna.
  • Es krim menjadi kasar karena kristal es membesar.
  • Saus mudah terpisah antara air dan minyak.

BTP membantu mengatasi berbagai tantangan tersebut sehingga produk tetap berkualitas hingga dikonsumsi.

Apakah Semua BTP Berasal dari Bahan Sintetis?

Tidak. Banyak BTP justru berasal dari sumber alami. Contohnya:

🥕 Pektin berasal dari buah-buahan dan digunakan sebagai pembentuk gel pada selai.

🌿 Lesitin dapat berasal dari kedelai atau bunga matahari dan berfungsi sebagai pengemulsi.

🍋 Asam sitrat secara alami banyak ditemukan pada buah jeruk dan digunakan untuk membantu mengatur keasaman produk.

Artinya, tidak semua BTP identik dengan bahan sintetis.

Yang Penting Adalah Batas Penggunaan

Pernahkah Anda minum terlalu banyak air? Meskipun air sangat penting bagi tubuh, mengonsumsinya secara berlebihan juga dapat menimbulkan gangguan. Begitu pula dengan BTP. Dalam ilmu toksikologi dikenal prinsip: “Dosis menentukan apakah suatu zat aman atau berbahaya.” Karena itu penggunaan BTP diatur secara ketat oleh pemerintah dan hanya boleh digunakan sesuai batas yang telah ditetapkan berdasarkan kajian ilmiah.

Siapa yang Mengawasi Penggunaannya?

Sebelum suatu BTP dapat digunakan dalam produk pangan, bahan tersebut harus melalui proses evaluasi keamanan oleh otoritas yang berwenang. Di Indonesia, penggunaan BTP diatur melalui regulasi dan diawasi oleh instansi terkait. Selain itu, industri pangan juga menerapkan sistem pengendalian mutu untuk memastikan penggunaannya sesuai dengan ketentuan. Dengan kata lain… tidak boleh digunakan secara sembarangan.

🚫 BTP yang Diizinkan Bukan Berarti Boleh Dipakai Sesuka Hati

Inilah kesalahan yang sering terjadi. Setiap jenis BTP memiliki:

  • Fungsi tertentu.
  • Jenis pangan tertentu.
  • Batas maksimum penggunaan.

Produsen wajib mengikuti ketentuan tersebut. Apabila digunakan tidak sesuai aturan, produk dapat melanggar regulasi dan berpotensi membahayakan konsumen. Karena itu, kepatuhan terhadap standar menjadi bagian penting dalam industri pangan.

Apa Hubungannya dengan Teknologi Pangan?

Di balik setiap produk yang kita konsumsi, ada proses panjang yang melibatkan ilmu pengetahuan. Mahasiswa Teknologi Pangan mempelajari:

  • Jenis dan fungsi BTP.
  • Toksikologi pangan.
  • Formulasi produk.
  • Keamanan pangan.
  • Regulasi pangan.
  • Sistem jaminan mutu.
  • Analisis laboratorium.

Tujuannya bukan untuk “menambahkan bahan kimia sebanyak mungkin”, tetapi untuk menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan konsumen.