Bagaimana Sushi Mendunia: Dari Teknik Pengawetan Ikan hingga Menjadi Ikon Kuliner Jepang

Oleh : Lenny Amelia HK

“Ketika mendengar kata sushi, kebanyakan orang langsung membayangkan gulungan nasi, ikan segar, rumput laut, dan wasabi. Namun, tahukah Anda bahwa sushi pada awalnya bukanlah makanan mewah seperti sekarang? Bahkan, bentuk pertama sushi justru lahir sebagai teknik mengawetkan ikan sebelum berkembang menjadi salah satu kuliner paling terkenal di dunia. Kisah sushi adalah perpaduan antara tradisi, inovasi, dan kemajuan teknologi pangan yang berlangsung selama lebih dari seribu tahun.”

Sushi merupakan salah satu makanan Jepang yang paling populer di dunia. Restoran sushi dapat ditemukan hampir di setiap negara, mulai dari kota-kota besar di Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika. Variasinya pun semakin beragam, dari sushi tradisional hingga kreasi modern yang menggunakan bahan-bahan lokal.

Awal Mula Sushi: Berasal dari Asia Tenggara

Banyak orang mengira sushi berasal dari Jepang. Padahal, bentuk awal sushi diperkirakan berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk wilayah yang kini mencakup Thailand, Laos, Myanmar, dan sebagian Tiongkok Selatan. Masyarakat pada masa itu menghadapi tantangan besar dalam menyimpan ikan agar tidak cepat rusak. Mereka kemudian menemukan cara mengawetkan ikan menggunakan nasi yang telah difermentasi. Teknik tersebut dikenal sebagai narezushi. Caranya cukup sederhana:

  • Ikan dibersihkan.
  • Dibaluri garam.
  • Disimpan bersama nasi yang telah difermentasi.
  • Didiamkan selama beberapa bulan hingga terjadi proses fermentasi alami.

Pada saat akan dimakan, nasi biasanya dibuang dan hanya ikannya yang dikonsumsi.

Sushi Menembus Dunia

Setelah Perang Dunia II, budaya Jepang mulai dikenal lebih luas oleh masyarakat internasional. Pada dekade 1960-an hingga 1980-an, restoran sushi mulai bermunculan di Amerika Serikat, kemudian menyebar ke Eropa, Australia, dan berbagai negara lainnya. Popularitas sushi semakin meningkat karena:

  • Dipandang sebagai makanan sehat.
  • Memiliki tampilan yang menarik.
  • Menggunakan bahan segar.
  • Rendah lemak pada banyak variannya.
  • Mudah dikreasikan dengan berbagai bahan.

Saat ini, sushi telah berkembang menjadi makanan global dengan berbagai modifikasi sesuai budaya lokal.

Teknologi Pangan di Balik Sushi

Kesegaran bahan merupakan faktor utama dalam kualitas sushi.

Karena banyak jenis sushi menggunakan ikan mentah, penerapan Teknologi Pangan menjadi sangat penting.

Rantai Dingin (Cold Chain)

Ikan harus disimpan pada suhu rendah sejak ditangkap hingga disajikan agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.

Pembekuan untuk Keamanan

Pada banyak negara, ikan yang akan disajikan mentah terlebih dahulu dibekukan pada suhu sangat rendah selama waktu tertentu untuk mengurangi risiko parasit.

Pengolahan Nasi Sushi

Nasi dimasak dengan pengendalian kadar air, kemudian dicampur cuka beras, gula, dan garam sehingga memiliki tekstur lengket dan rasa khas.

Higiene dan Sanitasi

Kebersihan peralatan, bahan baku, serta keterampilan penjamah makanan menjadi aspek yang sangat penting dalam produksi sushi.

Pengemasan Modern

Sushi siap saji kini banyak menggunakan teknologi Modified Atmosphere Packaging (MAP) untuk membantu mempertahankan kesegaran selama distribusi.

Mengapa Sushi Dianggap Sehat?

Sushi sering dikaitkan dengan pola makan sehat karena banyak variannya mengandung:

  • Karbohidrat dari nasi.
  • Protein dari ikan.
  • Lemak tak jenuh, terutama omega-3 pada ikan tertentu.
  • Vitamin dan mineral.
  • Rumput laut yang mengandung berbagai mikronutrien.

Namun, nilai gizi sushi sangat bergantung pada jenis bahan, ukuran porsi, serta cara penyajiannya.