Oleh : Lenny Amelia HK
๐ฅ Apa Itu Susu UHT?
UHT merupakan singkatan dari Ultra High Temperature. Sesuai namanya, susu dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi, sekitar 135โ150ยฐC, tetapi hanya dalam waktu yang sangat singkat, umumnya 2โ5 detik. Setelah itu, susu segera didinginkan dan dikemas dalam kemasan steril (aseptik). Kombinasi proses inilah yang membuat susu dapat disimpan lebih lama sebelum kemasan dibuka.
Mengapa Dipanaskan Sangat Tinggi?
Bayangkan Anda sedang merebus air. Tujuannya adalah membunuh mikroorganisme yang mungkin ada di dalam air tersebut. Prinsip yang sama juga digunakan pada susu. Pemanasan UHT bertujuan untuk menonaktifkan mikroorganisme yang dapat menyebabkan kerusakan pangan, sekaligus mempertahankan mutu produk semaksimal mungkin. Karena waktunya sangat singkat, proses ini dirancang agar kualitas susu tetap terjaga.
Rahasia Kedua: Kemasan Aseptik
Setelah dipanaskan, susu tidak boleh terkontaminasi kembali. Karena itu, susu langsung dikemas dalam kondisi aseptik, yaitu kemasan dan proses pengisian dilakukan secara higienis agar mikroorganisme dari lingkungan tidak masuk ke dalam produk. Kemasan UHT juga dirancang untuk melindungi susu dari:
โ๏ธ Cahaya.
๐จ Udara.
๐ฆ Kontaminasi dari luar.
Tanpa kemasan yang baik, proses UHT saja tidak cukup.
Jadi, Apakah Susu UHT Mengandung Pengawet?
Inilah fakta yang perlu dipahami. Banyak produk susu UHT tidak memerlukan tambahan bahan pengawet karena daya simpannya diperoleh dari kombinasi:
โ Proses pemanasan suhu sangat tinggi.
โ Pengemasan aseptik.
โ Penyimpanan yang sesuai.
Dengan kata lain, teknologi pengolahan dan pengemasanlah yang menjadi “rahasia” umur simpan susu UHT.
Apa Bedanya dengan Susu Pasteurisasi?
Banyak orang menyamakan kedua jenis susu ini. Padahal prosesnya berbeda.
Susu Pasteurisasi
- Dipanaskan pada suhu lebih rendah.
- Tetap harus disimpan dalam lemari pendingin.
- Umur simpannya relatif lebih pendek.
Susu UHT
- Dipanaskan pada suhu sangat tinggi dalam waktu singkat.
- Dapat disimpan pada suhu ruang selama kemasan belum dibuka.
- Umur simpannya lebih panjang.
Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menghasilkan susu yang aman dikonsumsi, tetapi menggunakan pendekatan teknologi yang berbeda.
Mengapa Susu UHT Harus Disimpan di Kulkas Setelah Dibuka?
Nah, ini yang sering dilupakan. Begitu kemasan dibuka, kondisi steril sudah tidak lagi terjaga. Udara dan mikroorganisme dari lingkungan dapat masuk ke dalam kemasan. Karena itu, susu UHT yang sudah dibuka harus:
โ Disimpan di lemari pendingin.
โ Dikonsumsi sesuai petunjuk pada kemasan.
โ Tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Apa Hubungannya dengan Teknologi Pangan?
Teknologi UHT merupakan salah satu contoh bagaimana ilmu pengetahuan digunakan untuk meningkatkan keamanan dan kualitas pangan. Mahasiswa Teknologi Pangan mempelajari:
- Teknologi pengolahan susu.
- Mikrobiologi pangan.
- Teknik sterilisasi.
- Pengemasan pangan.
- Sistem jaminan mutu.
- Analisis mutu produk.
- Keamanan pangan.
Ilmu inilah yang memungkinkan industri menghasilkan produk yang aman, praktis, dan memiliki umur simpan lebih panjang.
Mengapa Teknologi UHT Penting?
Bayangkan jika susu hanya bertahan satu hari. Daerah yang jauh dari sentra produksi akan kesulitan memperoleh susu segar. Dengan teknologi UHT:
๐ฅ Susu dapat didistribusikan ke berbagai wilayah.
๐ Risiko kerusakan selama pengiriman berkurang.
๐พ Kehilangan produk dapat ditekan.
๐จโ๐ฉโ๐งโ๐ฆ Masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap pangan bergizi.
Inilah salah satu peran Teknologi Pangan dalam mendukung ketahanan pangan.




