Mengapa Garam Bisa Mengawetkan Ikan? Rahasia Pengawetan Tertua yang Masih Bertahan hingga Era Modern

Oleh ; Lenny Amelia HK

Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang paling mudah mengalami kerusakan. Setelah ditangkap, aktivitas enzim, bakteri, dan proses oksidasi segera dimulai sehingga kualitas ikan dapat menurun hanya dalam hitungan jam jika tidak ditangani dengan benar.

Mengapa Ikan Cepat Rusak?

Dibandingkan daging merah, ikan memiliki karakteristik yang membuatnya lebih mudah rusak. Beberapa penyebabnya adalah:

  • Kandungan air yang tinggi.
  • Protein yang mudah diuraikan.
  • Aktivitas enzim alami yang tinggi.
  • Lemak tak jenuh yang mudah teroksidasi.
  • Mikroorganisme dari insang, kulit, dan saluran pencernaan.

Jika ikan dibiarkan pada suhu ruang, bakteri akan berkembang dengan sangat cepat sehingga mutu ikan segera menurun.

Apa yang Dilakukan Garam?

Banyak orang mengira garam langsung membunuh semua bakteri. Faktanya, fungsi utama garam adalah mengurangi ketersediaan air yang dibutuhkan mikroorganisme untuk hidup. Ketika garam ditambahkan:

  • Air keluar dari jaringan ikan.
  • Air juga keluar dari sel mikroorganisme.
  • Aktivitas air menurun.

Akibatnya, sebagian besar bakteri pembusuk tidak dapat tumbuh dengan baik.

Mengenal Proses Osmosis

Rahasia utama penggaraman adalah osmosis. Osmosis merupakan perpindahan air melalui membran dari daerah dengan konsentrasi garam lebih rendah menuju daerah dengan konsentrasi garam lebih tinggi. Pada ikan:

  • Air keluar dari jaringan menuju permukaan.
  • Garam masuk perlahan ke dalam jaringan.

Proses ini menghasilkan kondisi yang kurang menguntungkan bagi mikroorganisme.

Mengapa Ikan Asin Tetap Bisa Berjamur?

Meskipun kadar garam tinggi, ikan asin masih dapat ditumbuhi jamur jika:

  • Disimpan di tempat yang lembap.
  • Terpapar air.
  • Dikemas dengan kurang baik.

Hal ini menunjukkan bahwa penggaraman harus dipadukan dengan penyimpanan yang tepat agar hasilnya optimal.

Metode Penggaraman Ikan

Terdapat beberapa teknik penggaraman yang digunakan di industri maupun skala rumah tangga.

Penggaraman Kering

Garam ditaburkan langsung ke seluruh permukaan ikan. Metode ini banyak digunakan untuk menghasilkan ikan asin tradisional.

Penggaraman Basah (Brining)

Ikan direndam dalam larutan garam dengan konsentrasi tertentu. Metode ini menghasilkan distribusi garam yang lebih merata.

Kombinasi Penggaraman dan Pengeringan

Setelah diasinkan, ikan dijemur atau dikeringkan menggunakan alat pengering modern. Kombinasi ini menurunkan aktivitas air lebih jauh sehingga umur simpan menjadi lebih panjang.

Mengapa Ikan Asin Memiliki Rasa Khas?

Selama proses penggaraman:

  • Sebagian air keluar dari jaringan.
  • Protein mengalami perubahan struktur.
  • Senyawa penyusun rasa menjadi lebih terkonsentrasi.

Karena itu, ikan asin memiliki cita rasa yang lebih kuat dibandingkan ikan segar.

Apakah Semakin Banyak Garam Semakin Baik?

Tidak selalu. Jika garam terlalu banyak:

  • Rasa menjadi terlalu asin.
  • Tekstur bisa menjadi terlalu keras.
  • Nilai penerimaan konsumen menurun.

Sebaliknya, jika garam terlalu sedikit, pertumbuhan mikroorganisme mungkin belum terhambat secara optimal. Dalam industri pangan, konsentrasi garam ditentukan berdasarkan jenis ikan, ukuran, dan tujuan penyimpanan.