Oleh ; Lenny Amelia HK
Kenapa mi instan cukup diseduh beberapa menit? Mengapa kopi instan bisa langsung larut? Mengapa susu bubuk dapat kembali menjadi minuman? Mengapa sup instan yang awalnya kering bisa berubah menjadi makanan siap santap hanya dengan tambahan air? Sekilas terlihat seperti sulap. Tetapi tidak. Di balik makanan instan terdapat teknologi pengeringan, rekayasa struktur pangan, formulasi, pengendalian kadar air, kemasan, dan ilmu umur simpan.
MI INSTAN
Sebelum masuk ke kemasan, mi mengalami serangkaian proses. Secara umum, proses dapat mencakup pencampuran bahan > pembentukan adonan > pembentukan lembaran > pemotongan > pemasakan awal > pengeringan atau penggorengan sesuai proses > pendinginan > pengemasan. Hasil akhirnya? Mi yang kering ringan, mudah disimpan dan cepat direhidrasi. Mengapa mi instan hanya membutuhkan waktu beberapa menit? Salah satu alasannya adalah struktur mi telah dirancang dan diproses agar air dapat masuk kembali dengan relatif cepat. Selama produksi, karakteristik struktur dapat diatur melalui formulasi, proses pembentukan, pemasakan awal, pengeringan dan parameter proses lainnya. Jadi waktu memasak bukan kebetulan. Ia merupakan HASIL REKAYASA PROSES.
REHIDRASI
Rehidrasi adalah proses ketika bahan pangan kering menyerap kembali air. Mi instan kering → ditambah air panas → menyerap air → teksturnya kembali lunak. Sup instan kering → ditambah air → komponen larut dan terdispersi → menjadi sup. Kopi instan kering → ditambah air → larut → menjadi minuman. Jadi produk instan dirancang agar:
PENGERINGAN
Sekarang Food Detective menemukan teknologi penting DRYING TECHNOLOGY. Pengeringan bertujuan mengurangi air dari bahan. Tetapi tidak semua metode pengeringan menghasilkan produk yang sama. Ada hot-air drying, spray drying, freeze drying dan berbagai metode lainnya. Setiap metode memiliki karakteristik dan tujuan tertentu.
🦠 KENAPA MAKANAN KERING BISA LEBIH TAHAN LAMA?
Karena pengurangan ketersediaan air dapat membantu menghambat pertumbuhan banyak mikroorganisme. Tetapi bukan berarti “kering = tidak mungkin rusak.” Masih ada faktor lain: oksigen, cahaya, suhu, kelembapan, Reaksi kimia dan kemasan. Jadi makanan instan tetap membutuhkan sistem pengendalian mutu.
FOOD TECHNOLOGIST MEMILIH KEMASAN
Untuk produk kering, salah satu pertimbangan penting adalah seberapa baik kemasan menghambat masuknya uap air dan oksigen. Kemasan tertentu dapat menggunakan kombinasi material untuk memberikan barrier yang sesuai. Maka ketika Anda melihat plastik, foil, film multilayer atau material kemasan lainnya ada alasan teknis di balik pemilihannya.




